Contoh Cerita Pinokio Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Cerita Pinokio Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Cerita Pinokio Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

Posted on

Cerita Pinokio Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Hallo sahabat KBI, pada kesempatan kali ini, admin akan memberikan sebuah materi bahasa inggris yag berkaitan dengan sebuah cerita, yaitu mengenai cerita pinokio.

Bagi sahabat KBI yang menyukai cerita cerita, pasti cerita mengenai pinokio sudah tidak asing lagi bukan? Untuk lebih jelasnya seperti apa cerita mengenai pinokio dan bagaimana bentuk teks nya dalam bahasa inggris, langsung simak berikut ini ya 🙂


Simak juga kumpulan materi KBI yang lainnya :

Contoh Cerita Pinokio Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Cerita Pinokio Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Cerita mengenai pinokio, dalam bahasa inggris termasuk kategori narrative text, apa itu narrative text? Narative text merupakan sebuah text atau cerita dalam bahasa inggris, yang memiliki urutan cerita yang jelas dan saling berkesinambungan. Berikut ini contoh narrative text dalam bahasa inggris mengenai pinokio dann juga terjemahan nya.


PINOKIO

In a city, there is a store belonging to the grandfather of the Gepeto Doll Maker. It would be nice if this sweet doll being a kid.”
After the grandfather whispers so, happened a miracle. Good day, Papa.” The doll was talking and start walking. Very excited, the grandfather said, “starting today, you are my son. You give the name of Pinocchio. “ “So you’re being gifted, tomorrow you start school, yes!”
The next morning, Grandpa Gepeto sell his clothes and with the money he bought Pinocchio a book ABC. “Learn well with this book! “Thank you, Papa. I went to school, and will learn with enterprising. “ Cautiously Yes!” message grandfather.
But from the opposite direction with his school-sounding voice, drums, dum, dum, dum.” When Pinocchio came closer it turns out it was a puppet play tent. Pinocchio then selling ABC book, buy the tickets with the money and get into. In a play tent, a doll your daughter will have besieged soldiers and horsemen. “See! Wickedly soldiers that … ” Pinocchio goes up to the platform, and braved the puppet soldiers. The rope broke and it fell stuffed doll. The owner of the angry theatrics soon catch Pinocchio and throwing them into the fire would be. “I’m sorry. If I burned, sorry papa an old one, “said Pinocchio. I promise on papa to learn at school with diligent. Due to iba, the owner of a play and gave him some Pinocchio releasing pieces of money. “Use this money to buy the books pelajaranmu,” said the owner of the play.
Then Pinocchio went to buy a book. But in the middle of the road, the Fox and the cat sees the situation. They say hello to Pinocchio. Good afternoon, Pinocchio is good. If money gold abounded, papamu definitely more pleased, yes!
How do I add gold money? “ Asked Pinocchio. Easy. You could dig under the tree magical. And then sleep, then by the time you wake up later, that tree will bear an awful lot of money. Then Pinocchio is escorted by a Fox and cat, invest in gold under the tree magical. When Pinocchio began to take a NAP. The Fox and the cat dig up the gold and money hanging Pinocchio in a tree, after which they go.
Please … you … “cried Pinocchio when it was waking up from his sleep and knowing him hanging on a tree. A goddess who saw the State of Pinocchio, sent the Eagle to help her. Eagle brings Pinocchio with his beak, and took him to the room where the goddess has been waiting for. The goddess put Pinocchio in bed and give her the medicine.
Well, drink this medicine then you will heal faster. After that went home, yes! “said the goddess. “Better dead than drinking the bitter medicine.” Pinocchio continue to resist. Finally the goddess becomes upset, Bing bing!” He slapped. Then came a rabbit tail menggotong four coffins. Pinocchio was surprised once, quickly she drank the bitter medicine of it. Pinocchio, why don’t you go to look like?” Ask The Goddess. Hmm … you are on the road, I’m selling my books to poor children are starving and bought him some bread. Therefore I could not go to school …. ” All of a sudden just syuut the nose of Pinocchio starts stretching. Pinocchio!” If you lie, your nose will be extending up to the sky. “I’m sorry. I’m not going to lie anymore. “ Pinocchio apologized. The goddess smiled, and ordered the woodpeckers mematuki nose Pinocchio, return it to its original form. “Come quickly back to the House, and learning to school!”
On the way home, Pinocchio meets the world of the play. Pinocchio couldn’t resist not to ride. Pinocchio has forgotten his promise on the goddess, every day he just fooling around anyway.
One day, Pinocchio was surprised to see his terpantuk on the surface of the water. Ah! My ears so ear ass! I berbuntut! “teriaknya. It turns out that other kids have become donkeys. Pinocchio finally became a donkey and sold to a circus. Pinocchio has broken his promise to the goddess, then he got a penalty.
Every day he dipecut, and had to jump over a hot fire circles. Despite the fear, Pinocchio still skips. Eventually he fell away until his legs broken. The owner of the circus became angry. Dumb Ass! Better dumped into the sea. “ Then Pinocchio is thrown into the sea. Blup blup blup Pinocchio sink to the bottom of the sea, the fish come menggigitnya. Then the skin ass apart, and from it emerged the Pinocchio. “Thanks for the fish.” In fact the goddess see that Pinocchio has realized his mistake and ordered the fish to help her.
While swimming, Pinocchio promises in your heart “this time after I went home I was going to school and learning with enterprising. I will also help work at home and keep your papa. “ At that time the “Hrrr …., a big shark comes closer with a creepy.” Haaa …. Please. “ Pinocchio at the

Di suatu kota, ada sebuah toko milik kakek Gepeto pembuat boneka. “Alangkah senangnya kalau boneka manis ini menjadi seorang anak.”

Setelah kakek berbisik demikian, terjadi satu keajaiban. “Selamat siang, Papa.” Boneka itu berbicara dan mulai berjalan. Dengan amat gembira, kakek berkata, “Mulai hari ini, engkau anakku. Kau kuberi nama Pinokio.” “Agar kau menjadi anak pintar, besok kau mulai sekolah , ya!”

Keesokan paginya, Kakek Gepeto menjual pakaiannya dan dengan uang itu ia membelikan Pinokio sebuah buku ABC. “Belajarlah baik-baik dengan buku ini!” “Terima kasih, Papa. Aku pergi sekolah, dan akan belajar dengan giat.” “Hati-hati ya!” pesan kakek.

Tetapi dari arah yang berlawanan dengan sekolahnya terdengar suara, “Drum, dum, dum, dum.” Ketika Pinokio mendekat ternyata itu adalah tenda sandiwara boneka. Pinokio lalu menjual buku ABC-nya, membeli karcis dengan uang itu dan masuk ke dalam. Di dalam tenda sandiwara, sebuah boneka anak perempuan akan telah dikepung prajurit berpedang. “Lihat! Jahat sekali prajurit itu…” Pinokio naik ke panggung, dan menerjang boneka prajurit. Tali boneka itu putus dan jatuhlah boneka itu. Pemilik sandiwara yang marah segera menangkap Pinokio dan akan melemparnya ke api. “Maafkan aku. Kalau aku dibakar, kasihan papa yang sudah tua,” kata Pinokio. “Aku berjanji pada papa untuk belajar di sekolah dengan rajin. Karena iba, pemilik sandiwara melepaskan Pinokio dan memberinya beberapa keping uang. “Gunakan uang ini untuk membeli buku-buku pelajaranmu,” kata pemilik sandiwara tersebut.

Kemudian Pinokio pergi untuk membeli buku. Tetapi di tengah jalan, Rubah dan Kucing melihat keadaan itu. Mereka menyapa Pinokio dengan ramah. “Selamat siang, Pinokio yang baik. Kalau uang emas itu bertambah banyak, pasti papamu lebih senang, ya!”

Bagaimana cara menambah uang emas ini?” Tanya pinokio. “Gampang. Kau bisa menanamnya di bawah pohon ajaib. Lalu tidurlah, maka pada saat kau bangun nanti, pohon itu akan berbuah banyak sekali uang emas.” Kemudian Pinokio diantar oleh Rubah dan Kucing, menanam uang emasnya di bawah pohon ajaib. Ketika Pinokio mulai tidur siang. Rubah dan Kucing menggali uang emas itu dan menggantung Pinokio di pohon, setelah itu mereka pergi.

Tolong…..” teriak Pinokio ketika sudah bangun dari tidurnya dan mengetahui dirinya tergantung di sebuah pohon. Seorang Dewi yang melihat keadaan Pinokio, mengutus burung elang untuk menolongnya. Burung elang membawa Pinokio dengan paruhnya, dan membawanya ke ruangan di mana Dewi telah menunggu. Dewi menidurkan Pinokio di tempat tidur dan memberinya obat.

Nah, minumlah obat ini maka kau akan cepat sembuh. Setelah itu pulang, ya!” kata Dewi. “Lebih baik mati daripada minum obat yang pahit.” Pinokio terus menolak. Akhirnya Dewi menjadi marah, “Plak plak!” Ia menampar. Lalu datanglah empat ekor kelinci yang menggotong peti mati. Pinokio terkejut sekali, cepat-cepat ia meminum obat yang pahit itu. “Pinokio, mengapa kau tidak pergi ke seolah?” Tanya Dewi. “Hmm.. di jalan, aku menjual buku-ku untuk anak miskin yang kelaparan dan membelikannya roti. Karena itu aku tidak bisa pergi ke sekolah….” Tiba-tiba saja “syuut” hidung Pinokio mulai memanjang. “Pinokio!” Kalau kau berbohong, hidungmu akan memanjang sampai ke langit.” “Maafkan aku. Aku tak akan berbohong lagi.” Pinokio meminta maaf. Dewi tersenyum, dan memerintahkan burung pelatuk mematuki hidung Pinokio, mengembalikannya ke bentuk semula. “Ayo cepat kembali ke rumah, dan belajar ke sekolah!”

Di tengah perjalanan pulang, Pinokio bertemu dengan kereta dunia bermain. Pinokio tidak bisa menahan diri untuk tidak naik. Pinokio telah lupa akan janjinya pada Dewi, setiap hari ia hanya bermain-main saja.

Pada suatu hari, Pinokio terkejut melihat wajahnya yang terpantuk di permukaan air. “Ah! Telingaku jadi telinga keledai! Aku pun berbuntut!” teriaknya. Ternyata anak-anak lain pun telah menjadi keledai. Akhirnya Pinokio pun menjadi seekor keledai dan dijual ke sirkus. Pinokio telah melanggar janjinya kepada Dewi, maka ia mendapat hukuman.

Setiap hari ia dipecut, dan harus melompati lingkaran api yang panas. Walaupun takut, Pinokio tetap meloncat. Akhirnya ia terjatuh sampai kakinya patah. Pemilik sirkus menjadi marah. “Keledai dungu! Lebih baik dibuang ke laut.” Kemudian Pinokio dilempar ke laut. “Blup blup blup” Pinokio tenggelam ke dasar laut, ikan-ikan datang menggigitnya. Lalu kulit keledai terlepas, dan dari dalamnya muncul si Pinokio. “Terima kasih ikan-ikan.” Sebenarnya Dewi melihat bahwa Pinokio telah menyadari kesalahannya dan memerintahkan ikan-ikan untuk menolongnya.

Sambil berenang, Pinokio berjanji dalam hati “Kali ini setelah aku pulang ke rumah aku akan ke sekolah dan belajar dengan giat. Aku juga akan membantu pekerjaan di rumah dan menjaga papa.” Pada saat itu “Hrrr…., seekor ikan hiu besar datang mendekat dengan suara yang menyeramkan. “Haaa…. Tolong.” Pinokio di


Nah, itu tadi contoh mengenai pinokio dalam bahasa inggris beserta terjemahan nya, semoga bermanfaat untuk sahabat KBI semua ya 🙂

loading...