Cerita 'Winnie The Pooh' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Cerita 'Winnie The Pooh' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Cerita ‘Winnie The Pooh’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

Posted on

Cerita ‘Winnie The Pooh’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Cerita'Winnie The Pooh' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Cerita ‘Winnie The Pooh’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Siapa yang tidak mengenal sosok imut bernama winnie the pooh, tokoh kartun tersebut pernah menjadi sangat fenomenal dan digemari oleh semua kalangan. Selain menyajikan tokoh kartun yang sangat menggemaskan, kartun winnie the pooh juga memiliki banyak sekali pean moral yang dapat kita ambil.

Sahabat KBI ingin mengulas lagi bagaimaa cerita winnie the pooh? Yuk kita ulas cerita winnie the pooh tersebut dalam bahasa inggris, agar sahabat KBI juga belajar kosakata dalam bahasa inggris 🙂


Rabbit get bored in hit down by Tigger who loves to soar with his tail. Therefore, he is very happy when he and his friends find Tigger and Roo is trapped in a tree.
Tigger cannot crash into anyone as long as he was caught up in that tree, said the Rabbit happily.
We can’t leave them there for granted,” said Christopher Robin. “We have to down them both. Well, all, hold my jacket. Ready? well, you’re first Roo. The jump! “
I’m coming!” shouted Roo, while releasing his grip on tree branches.
Wuiii!”
Roo landed safely in the Middle coat of Christopher Robin.
Nice!” shouted Roo. Come On, Tigger. The jump! “
Tigger wrinkling the brow and the more tightly holding on to a tree branch. The jump?
Tigger is not like skip. Tigger bounced. “
Well then, why don’t you bounced up and down?” said Pooh.
Tigger just bounced up,” replied Tigger.
Christopher Robin sigh. “If so, you have to climb down.
“Tigger cannot climb down because … his tail blocking.” Tigger involving its tail around tree trunks to prove the utterance.
Suddenly the Rabbit get way out. “If Tigger doesn’t want to jump down or climb down,” he said, “we can only leave him up there forever!
Tigger does not like to hear the word forever, but he said, with a kind of sad, “if I can get off of this tree, I promise I will never soar again.”
Rabbit danced above the expanse of snow. You all hear that?” he said. Tigger promises never to soar again!
Tigger slowly open the entanglement of the tail in the trunk and look down, Tigger with very slowly climbed down from the tree.
When Tigger has already stepped forward, Rabbit in the snow reminded him, “you’re a hard promise!”
Soar just a little should not?” Tanya Tigger.
Sesenti not be?” replied the Rabbit.
Tigger bowed down and walk with heavy steps into the jungle, its tail droops in tow.
Roo says to Christopher Robin, “I prefer Tigger who like to soar.”
Christopher Robin nodded agreeably, so too with Pooh and Piglet and Kanga. They are all staring at the Rabbit.
“Well, I …” said Rabbit stammered. Don’t his friends remember how he makes him angry is struck down by Tigger who loves to soar? Apparently not, because all look the same slack like a Tigger.
“Oh, all right,” said Rabbit. I think I also prefer Tigger.
Tigger was listening to their conversation not far from there. He soared towards the Rabbit and bump into it until fall rolled up into the snow. Come on, Rabbit,” cried Tigger. Let’s soar together!”

Rabbit bosan di tabrak jatuh oleh Tigger yang gemar melambung dengan ekornya. Karena itu, ia sangat senang ketika ia dan teman-temannya menemukan Tigger dan Roo tersangkut di pohon.
“Tigger tak bisa menabrak siapa pun selama ia tersangkut di pohon itu, kata Rabbit gembira.
“Kita tak bisa meninggalkan mereka disana begitu saja,” kata Christopher Robin. “Kita harus menurnkan mereka berdua. Nah, semua, pegang mantelku. Siap? baiklah , kau yang pertama Roo. Lompat!”
“Aku datang!” teriak Roo, sambil melepaskan pegangannya di ranting pohon.
“Wuiii!”
Roo mendarat dengan selamat di tengah-tengah mantel Christopher Robin.
“Menyenangkan sekali!” teriak Roo. “Ayo, Tigger. Lompat!”
Tigger mengernyitkan kening dan semakin kencang berpegangan pada ranting pohon. “Lompat?
Tigger tak suka melompat. Tigger melambung.”
“Kalau begitu, kenapa kau tidak melambung naik-turun?” kata Pooh.
“Tigger hanya melambung naik,” jawab Tigger.
Christopher Robin menghela napas. “Kalau begitu, kau harus memanjat turun.”
“Tigger tak bisa memanjat turun karena… ekornya menghalangi.” Tigger melibatkan ekornya di sekeliling batang pohon untuk membuktikan ucapannya.
Tiba-tiba Rabbit mendapatkan jalan keluarnya. “Jika Tigger tidak mau melompat turun atau memanjat turun,” katanya, “kita hanya bisa meninggalkannya di atas sana selamanya!”
Tigger tak suka mendengar kata selamanya, tapi katanya, dengan agak sedih, “jika aku bisa turun dari pohon ini, aku berjanji takkan pernah melambung lagi.”
Rabbit menari-nari di atas hamparan salju. “Kalian semua dengar itu?” katanya senang. “Tigger berjanji takkan pernah melambung lagi!”
Tigger perlahan membuka belitan ekornya di batang pohon dan melihat ke bawah, Tigger dengan sangat pelan memanjat turun dari pohon itu.
Ketika Tigger sudah menapak di atas salju, Rabbit mengingatkannya, “Kau susah berjanji!”
“Melambung sedikit saja tidak boleh?” Tanya Tigger.
”Sesenti pun tidak boleh?” jawab Rabbit.
Tigger menunduk sedih dan berjalan dengan langkah berat ke dalam hutan, ekornya terkulai di belakangnya.
Roo berkata kepada Christopher Robin, “Aku lebih suka Tigger yang suka melambung.”
Christopher Robin mengangguk setuju, begitu juga dengan Pooh dan Piglet dan Kanga. Mereka semua menatap Rabbit.
“Yah, aku…” gumam Rabbit terbata-bata. Tidakkah teman-temannya ingat betapa mengesalkannya ditabrak jatuh oleh Tigger yang suka melambung? Rupanya tidak, karena semua terlihat sama lesunya seperti Tigger.
“Oh, baiklah,” kata Rabbit. “Kurasa aku juga lebih suka Tigger yang dulu.”
Tigger sedang mendengarkan percakapan mereka tidak jauh dari sana. Ia melambung kearah Rabbit dan menabraknya sampai jatuh terguling ke atas salju. “Ayo, Rabbit,” teriak Tigger. “Ayo kita melambung bersama!”


Semoga bermanfaat untuk sahabat KBI semua ya 🙂