Contoh Biografi 'Megawati Soekarno Putri' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Biografi 'Megawati Soekarno Putri' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Contoh Biografi ‘Megawati Soekarno Putri’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Posted on

Contoh Biografi ‘Megawati Soekarno Putri’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Contoh Biografi'Megawati Soekarno Putri' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Biografi ‘Megawati Soekarno Putri’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Siapa yang tidak mengenal sosok perempuan yang begitu terkenal di Indonesia ini? Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau yang biasa dikenal dengan Megawati soekarno Putri. Ia merupakan sosok yang begitu terkenal di Indonesia dan menjadi salah satu wanita yang paling menginspirasi.

Pada kesempatan kali ini admin ingin menuliskan biografi megawati soekarno poetri kepada sahabat KBI semua, agar sahabat KBI juga dapat mengenal lebih jauh mengenai sosok ibu megawati soekarno putri.

Namun, apakah sahabat KBI masih ingat apa yang dimaksud dengan biografi dalam bahasa inggris? Biografi merupakan suatu tulisan yang berisi kisah atau keterangan tentang hidup seseorang.

So, simak biografi berikut ini ya sahabat KBI 🙂


Dr. (H.C.) Dyah Permata Megawati Hj. Setyawati Soekarnoputri or commonly known as Megawati Sukarnoputri or commonly greeted with calls of “Ya Mega” (born 23 January, 1947; age 69) was the fifth President of Indonesia who served since 23 July 2001 — October 20, 2004. She was the first female President of Indonesia and the son of the first President of Indonesia, Soekarno, who later followed in the footsteps of his father became President of Indonesia. On September 20, 2004, she lost her voice from Susilo Bambang Yudhoyono in the presidential election second round.
He became President after the MPR convene the MPR special session in 2001. The MPR special session was held in response to the steps President Abdurrahman Wahid (Gus Dur) that freeze the MPR/DPR institutions and Golkar. He was sworn in on 23 July 2001. Previously from 1999 – 2001, he served as Vice President in the Government of President Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Megawati is also the Chairman of the Indonesia Democratic Party of struggle (PDI-P) since the Democratic Party broke away from Indonesia in 1999.
Megawati Sukarnoputri was the second son of President Sukarno, who had proclaimed the independence of Indonesia on August 17, 1945. Megawati, mother Fatmawati, [1] is a British-born girls where Sukarno formerly exiled during the colonization of the Netherlands. He was born in the Netherlands military aggression. At the time of Sukarno was exiled to the island of Bangka Fatmawati, gave birth to a baby named Megawati Soekarno Putri, on January 23, 1947 in kampung Ratmakan Ledok, West Bank Code [2]. After the independence of Indonesia, Megawati and then grew up in an atmosphere of opulence at the Merdeka Palace.
He studied at the University of Padjadjaran in Bandung (did not graduate) in the field of agriculture, in addition has also been pursuing an education at the Faculty of psychology of the University of Indonesia (also not to pass).

Dr.(H.C.) Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau umumnya lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri atau biasa disapa dengan panggilan “Mbak Mega” (lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947; umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 — 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak dari presiden Indonesia pertama, Soekarno, yang kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia. Pada 20 September 2004, ia kalah suara dari Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2004 putaran yang kedua.
Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR ini diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999–2001, ia menjabat Wakil Presiden pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999.
Megawati Soekarnoputri adalah anak kedua Presiden Soekarno yang telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Ibunda Megawati, Fatmawati[1], adalah seorang gadis kelahiran Bengkulu di mana Soekarno dahulu pernah diasingkan pada masa penjajahan Belanda. Ia dilahirkan pada masa Agresi Militer Belanda. Pada waktu Soekarno diasingkan ke pulau Bangka, Fatmawati melahirkan seorang bayi yang dinamai Megawati Soekarno Putri, pada tanggal 23 Januari 1947 di kampung Ledok Ratmakan, tepi barat Kali Code[2]. Setelah kemerdekaan Indonesia, Megawati lalu dibesarkan dalam suasana kemewahan di Istana Merdeka.
Dia pernah menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran di Bandung (tidak sampai lulus) dalam bidang pertanian, selain juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (juga tidak sampai lulus).