Contoh Biografi Patimura Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Biografi Patimura Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Contoh Biografi Patimura Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

Posted on

Contoh Biografi Patimura Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Contoh Biografi Patimura Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Biografi Patimura Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Mengenang pahlawan merupakan salah satu tanda bahwa kita mencintai Indonesia, mengapa? karena kita sudah mau mengenal sejarah indonesia dan menganl siapa saja yang ikut serta merebut kemerdekaan dari zaman penjejah. Kita pasti sudah banyak mengenal pahlawan yang ada di Indonesia bukan? seperti cut nyak dien, R.A Kartini, Jendral Sudirman, Ki Hajar Dewantara, patimura dan lain sebagainya.

Apakah sahabat KBI mengenal siapa itu patimura? Harus kenal yaa, kerana patimura merupakan salah satu pahlawan Indonesa yang wajib kita kenal jasa nya. Nah, agar mengenal lebih dekat siapa dan bagaimana kehidupa patimura, yuk coba kita simak bentuk biografinya berikut ini dalam bahasa inggris 🙂


He is one of the national heroes who very persistently against the Netherlands colonizers. Regarding the profile of Pattimura, he named Thomas Matulessy also says his real name is Ahmad Lussy, he was born in Hualoy, South of Seram, Maluku on June 8, 1783. He died in Ambon, Maluku, 16 December 1817 at the age of 34 years. He was the son of Frans Matulesi with Fransina Silahoi. As for the biography of Pattimura in the Government first published, M Sapija wrote, “that the heroes of adhara Pattimura derivative nobility and originated from Nusa Ina (Ceram). Father named Antoni Mattulessy was the son of Kasimiliali of Pattimura Mattulessy. The latter was the son of King Sahulau. Sahulau is the name of the person in the country which is situated in a Bay in Spooky South. “
From the history of Pattimura written M Sapija, the title of kapitan was the awarding of the Netherlands. In fact it is not. According to historian Mansyur Suryanegara, the ancestor of this nation, from the point of history and anthropology, is homo religiosa (creatures of Hindu religious texts).
Their belief against something the power beyond the reach of reason their minds, give rise to interpretations that are difficult to digest ratio. Therefore, the social behaviour of controlled forces of nature that they to fear.
Their souls are United with the forces of nature, supernatural powersspecial supernatural powers which belonged to someone. Supernatural powers were later accepted as something precious and sacred events. When he was attached to someone, then that person is a symbol of their strength. He is a leader who is considered to have charisma.
It’s inherent properties and processes from generation to generation. Although they‘ve been converted, but genealogical/genealogy/descendant is a derivative of the leader or kapitan. From this actual term “kapitan inherent in the self begins. Pattimura
Before doing any resistance against the DUTCH he never had a career in the military as a former Military Sergeant United Kingdom. The word “Maluku comes from the Arabic Al Mulk or Al-Malik meaning land of the Kings. given the large number of kingdoms at the time
In 1816 United Kingdom party surrender to the Netherlands and then the Netherlands do the political monopoly policy, taxes on land (landrente), the relocation of the residents as well as cruise Hongi (Hongi Tochten), as well as ignoring the Treaty of London I among other things in the article 11 contains provisions that the United Kingdom Resident in Ambon must first negotiate the transfer koprs Ambon with Gubenur.
And the agreement also clearly indicated that if the Government of the United Kingdom ended in Maluku the fallen soldier Ambon must be freed in terms of reserves the right to choose to enter the new Government or military service out of military service, however in this military service move his practice forced the return of colonial Netherlands in 1817 gets hard challenge from the people.
This is because the condition of the political, economic, and societal relations are bad for two centuries. The Maluku people finally rose up in arms under the command of Kapitan Pattimura () Then at the time war broke out against the Netherlands colonizers of the year 1817
Kings Vizier, The Kapitan, Indigenous elders and people picked it up as a leader and warlord because experienced and possess  Knights (kabaressi). As a warlord, Kapitan Pattimura set the strategy of war with the acolytes.
As a leader he successfully coordinating the Kings Vizier in carrying out the activities of the Government, the people’s lead, set up education, providing food and build strongholds of Defense. the chemistry in leadership is recognized by the Grand Vizier or commoner.
In the struggle against Netherlands, he also established a Union with the Kingdom of Ternate and Tidore, Kings in Bali, Sulawesi and Java. Pattimura national war that a military force with the Netherlands facing large and strong by sending its own Admiral Buykes, one of the Commissioner-General to confront Patimura.
Great battles against the Netherlands Army on land and at sea, organised the Kapitan Pattimura, assisted by the penglimanya, among others, Melchior Kesaulya, Anthoni Rebhok, Philip Ulupaha and Latumahina. The battle that destroyed the troops of Netherlands was recorded as the capture of the Castle Duurstede, Netherlands fighting on the beaches of Waisisil and jasirah Hatawano, Ullath, JasirahOuw Hitu island of Ambon and Seram South.
Pattimura war can only be stopped with divide lamb, Guile and scorched earth by the Netherlands. Pattimura, together with the other fighter with her character finally can be captured. Pattimura was arrested by the colonial Government of Netherlands in a house in the regional series of Sorry. Pattimura then tried in the courts of the Netherlands Colonial with accusations against the Government of the Netherlands.
Pattimura then sentenced
Advertisement
before his execution, hanging on the gallows, the Netherlands apparently continue to persuade Pattimura in order to cooperate with the Government of Netherlands colonial, but Pattimura refused. Pattimura then retired at the gallows on 16 December 1817 in front of Fort Victoria in the town of Ambon.
For the service and sacrifice that, Kapitan Pattimura confirmed as the hero of the independence struggle by the Government of the Republic of Indonesia National Hero Of Indonesia. The Almighty Godhead just and civilized Humanity unity of Indonesia, led by Populist wisdom wisdom in independence representative consultative for the whole people of indonesia.

Beliau merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat gigih melawan penjajah Belanda. Mengenai profil Pattimura, Beliau memiliki nama asli Thomas Matulessy ada juga yang mengatakan nama aslinya adalah Ahmad Lussy, beliau lahir di Hualoy, Seram Selatan, Maluku pada tanggal 8 Juni 1783. Beliau meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun. Ia adalah putra Frans Matulesi dengan Fransina Silahoi. Adapun dalam buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.

Dari sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, gelar kapitan adalah pemberian Belanda. Padahal tidak. Menurut Sejarawan Mansyur Suryanegara, leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homo religiosa (makhluk agamis).

Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan di luar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicerna rasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikan kekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.

loading...

Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktian khusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagai sesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, maka orang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yang dianggap memiliki kharisma.

Sifat-sifat itu melekat dan berproses turun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secara genealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Dari sinilah sebenarnya sebutan “kapitan” yang melekat pada diri Pattimura itu bermula.

Sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC ia pernah berkarier dalam militer sebagai mantan sersan Militer Inggris. Kata “Maluku” berasal dari bahasa Arab Al Mulk atau Al Malik yang berarti Tanah Raja-Raja. mengingat pada masa itu banyaknya kerajaan

Pada tahun 1816 pihak Inggris menyerahkan kekuasaannya kepada pihak Belanda dan kemudian Belanda menetrapkan kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente), pemindahan penduduk serta pelayaran Hongi (Hongi Tochten), serta mengabaikan Traktat London I antara lain dalam pasal 11 memuat ketentuan bahwa Residen Inggris di Ambon harus merundingkan dahulu pemindahan koprs Ambon dengan Gubenur.

Dan dalam perjanjian tersebut juga dicantumkan dengan jelas bahwa jika pemerintahan Inggris berakhir di Maluku maka para serdadu-serdadu Ambon harus dibebaskan dalam artian berhak untuk memilih untuk memasuki dinas militer pemerintah baru atau keluar dari dinas militer, akan tetapi dalam pratiknya pemindahn dinas militer ini dipaksakan Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat tantangan keras dari rakyat.

Hal ini disebabkan karena kondisi politik, ekonomi, dan hubungan kemasyarakatan yang buruk selama dua abad. Rakyat Maluku akhirnya bangkit mengangkat senjata di bawah pimpinan Kapitan Pattimura Maka pada waktu pecah perang melawan penjajah Belanda tahun 1817

Raja-raja Patih, Para Kapitan, Tua-tua Adat dan rakyat mengangkatnya sebagai pemimpin dan panglima perang karena berpengalaman dan memiliki sifat-sfat kesatria (kabaressi). Sebagai panglima perang, Kapitan Pattimura mengatur strategi perang bersama pembantunya.

Sebagai pemimpin dia berhasil mengkoordinir Raja-raja Patih dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, memimpin rakyat, mengatur pendidikan, menyediakan pangan dan membangun benteng-benteng pertahanan. Kewibawaannya dalam kepemimpinan diakui luas oleh para Raja Patih maupun rakyat biasa.

Dalam perjuangan menentang Belanda ia juga menggalang persatuan dengan kerajaan Ternate dan Tidore, raja-raja di Bali, Sulawesi dan Jawa. Perang Pattimura yang berskala nasional itu dihadapi Belanda dengan kekuatan militer yang besar dan kuat dengan mengirimkan sendiri Laksamana Buykes, salah seorang Komisaris Jenderal untuk menghadapi Patimura.

Pertempuran-pertempuran yang hebat melawan angkatan perang Belanda di darat dan di laut dikoordinir Kapitan Pattimura yang dibantu oleh para penglimanya antara lain Melchior Kesaulya, Anthoni Rebhok, Philip Latumahina dan Ulupaha. Pertempuran yang menghancurkan pasukan Belanda tercatat seperti perebutan benteng Belanda Duurstede, pertempuran di pantai Waisisil dan jasirah Hatawano, Ouw- Ullath, Jasirah Hitu di Pulau Ambon dan Seram Selatan.

Perang Pattimura hanya dapat dihentikan dengan politik adu domba, tipu muslihat dan bumi hangus oleh Belanda. Pattimura bersama para tokoh pejuang lain yang bersamanya akhirnya dapat ditangkap. Pattimura ditangkap oleh pemerintah Kolonial Belanda di sebuah Rumah di daerah Siri Sori. Pattimura kemudian diadili di Pengadilan Kolonial Belanda dengan tuduhan melawan pemerintah Belanda.

Pattimura kemudian dijatuhi hukuman
Advertisement
gantung, sebelum eksekusinya di tiang gantungan, Belanda ternyata terus membujuk Pattimura agar dapat bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda, namun Pattimura menolaknya. Pattimura kemudian mengakhiri pengabdiannya di tiang gantungan pada tanggal 16 Desember 1817 di depan Benteng Victoria di kota Ambon.

Untuk jasa dan pengorbanannya itu, Kapitan Pattimura dikukuhkan sebagai “Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan” oleh pemerintah Republik Indonesia…… Pahlawan Nasional Indonesia. Ketuhanan yang maha esa Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan kemerdekaan bagi seluruh rakyat indonesia.


Selamat belajar dan semoga bermanfaat untuk sahabat KBI semua 🙂