Contoh Biografi Seorang Ayah Dalam Bahasa Inggris
Contoh Biografi Seorang Ayah Dalam Bahasa Inggris

Contoh Biografi Seorang Ayah Dalam Bahasa Inggris

Posted on

Contoh Biografi Seorang Ayah Dalam Bahasa Inggris

 

Contoh Biografi Seorang Ayah Dalam Bahasa Inggris
Contoh Biografi Seorang Ayah Dalam Bahasa Inggris

 

Biografi Ayah Dalam Bahasa Inggris

 

Pada materi sebelumnya, kita pernah membahas mengenai biografi dalam bahasa inggris, sahabat KBI masih ingat apa itu biografi? yaps! Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekadar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut.

Nah, berikut ini admin akan memberikan contoh untuk sahabat KBI mengenai biografi seorag ayah dalam bahasa inggris, yuk simak 🙂


My dad called Iyus Rusmana, born in Bandung on June 30, 1963. Hewas the five of eight brothers with 2 brothers and 5 sisters. Father named Hamdan, a CIVIL SERVANT in the finance section of ABRI environment. The mother he named e. Jubaedah, a homemaker. He livedin the alley Like Cicadas, one of the gang that is in the city of Bandung.

 

When he went to ELEMENTARY school with drove walk 2 km. Though much, he still raring to go with love hearts. He is very fond of flying kites.

 

When JUNIOR HIGH SCHOOL, he attended 14 SMP Bandung and entry with line testing. He has a hobby of making various handicrafts, such as carving out a belt made of leather, carved wood for the hanger, and so on. He had ambitions to become an engineer because inspired by the sister who was studying at the Department of civil engineering. The accomplishments he was satisfactory.

 

Graduated JUNIOR HIGH SCHOOL, he went to SMAN 3 Bandung via testing. It’s not easy to get into SMAN 3 Bandung, because rivals there are indeed very much. While in high school, he was in the field of electronics and hobby play musical instruments. Musical instrumentsthat he mastered is the guitar. He has attended the Festival Band between class and be in the position of a guitarist. He was not active in the activities of the STUDENT BODY or the Scouts.

 

Year 1982, he continued his studies to the Bandung Institute of technology Faculty of civil engineering and planning of the Department ofcivil engineering. He is very happy because of his aspirations to become engineers could terwujudkan. He studied with enterprising. After 3 years of College, he entered into a Sub Department structure. There are taught about how calculating and designing the structure of a building. Before graduating, he should do the job practice by working in contractor as executor Public Telecommunications Company building in Bandung. With a complicated journey, finally he graduated in October of 1987.

 

Towards the end of his studies, he became acquainted with my mother, Rosi Mah. He knew my mother through his younger brother was one of my mother’s friends. Finally they are committed to establisha relationship.

 

After graduating, he applied for various companies, about 5 companies. Finally he was accepted at the PT Hutama Karya Bandung branch. He was assigned to the rehabilitation project of the West Tarum irrigation canals in Karachi as engineer in charge of counting the cost of the project. Once a week he went to the site of the project. About 5 days he has in place the project and at the end of the week to return to Bandung. The exhausting activity that he lives about 1.5 years.

 

Around June of 1989, the year he completed the project of rehabilitation of the irrigation channels of the West Tarum, he accepted in pt. Pupuk Kujang and settled in housing companies. He is interested inapplying for a job in this company because it is often passed through it when heading to place project in Karachi. He was accepted at the Bureau of Architecture as an engineer with the task of designing the structure of the building project for the construction of Kujang 2.

 

In September of 1992, when he was still working in the Bureau of Architecture, he married my mother, Rosi Mah in Bandung after they were in a relationship for 5 years. My mother lived in Cikampek participated together with my father. Then, in 1993, the birth of my sister or daughter first my mother and father, who was named Nursyifa Kamilia.

 

Year 1996, my father moved to Dinas Jastek Construction Division as head of section who carry out maintenance task areas, such as road, channel, fences and so on. Each week held control of the State of the region. In addition, he also received a request from the Bureau-related improvements. Then in 1997, my second daughter was born, he named Nurashila Dhiyani. He has only two daughters.

 

The year 2003, he transferred his duties to the Kujang 1B project development as a civil engineer. He never went to Japan to follow engineering design. Activities there is a Kujang 1B design merencenakanand discuss it with the people of Japan.

 

Then, in 2004, he was assigned to be the Manager of the construction division of the civil service and construction tools. Later in the year 2011, the name of the Division changed its name to Bureau of Construction Services with the scope of the work of the civil service and non-civil. The tasks of the civil service and other services (rent and repair equipment well) he who mengurusinya. To date, he is still working to become manager of the Bureau’s Services. He gladly accepted the request of improvement of the parties concerned. He was very diligent in the exercise of his duties.

Ayah saya bernama Iyus Rusmana, lahir di Bandung pada tanggal 30 Juni 1963. Beliau adalah anak ke lima dari 8 bersaudara dengan 2 saudara laki-laki dan 5 saudara perempuan. Ayah beliau bernama Hamdan, seorang PNS di lingkungan ABRI bagian keuangan. Ibu beliau bernama E. Jubaedah, seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal di gang Laksana Cicadas, salah satu gang yang ada di kota Bandung.

Saat SD, beliau pergi ke sekolah dengan berjalan kaki menempuh jarak 2 km. Meskipun jauh, beliau tetap menjalaninya dengan suka hati. Beliau sangat suka bermain layang-layang.

Saat SMP, beliau bersekolah di SMPN 14 Bandung dan masuk dengan jalur testing. Beliau mempunyai hobi membuat berbagai kerajinan tangan, seperti mengukir sabuk yang terbuat dari kulit, mengukir kayu untuk gantungan baju, dan sebagainya. Beliau mempunyai cita-cita menjadi seorang insinyur karena terinspirasi oleh sang kakak yang waktu itu kuliah di Jurusan Teknik Sipil. Prestasi beliau cukup memuaskan.

Lulus SMP, beliau melanjutkannya ke SMAN 3 Bandung melalui jalur testing. Tidak mudah untuk masuk ke SMAN 3 Bandung, karena saingan di sana memang sangat banyak. Saat SMA, beliau hobi dalam bidang elektronik dan bermain alat musik. Alat musik yang beliau kuasai adalah gitar. Beliau pernah mengikuti Festival Band antar kelas dan berada di posisi gitaris. Beliau memang tidak aktif dalam kegiatan OSIS ataupun pramuka.

Tahun 1982, beliau melanjutkan pendidikannya ke Institut Teknologi Bandung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil. Beliau sangat senang karena cita-citanya menjadi insinyur bisa terwujudkan. Beliau belajar dengan giat. Setelah 3 tahun kuliah, beliau masuk ke Sub Jurusan Struktur. Di sana diajarkan tentang bagaimana menghitung dan mendesain struktur suatu bangunan. Sebelum lulus, beliau harus melakukan kerja praktek dengan bekerja di kontraktor sebagai pelaksana pembangunan gedung Perusahaan Umum Telekomunikasi di Bandung. Dengan perjalanan yang cukup rumit, akhirnya beliau lulus pada bulan Oktober tahun 1987.

Menjelang akhir masa kuliahnya, beliau berkenalan dengan ibu saya, Rosi Dariati. Beliau kenal dengan ibu saya melalui adik beliau yang merupakan salah satu dari teman ibu saya. Akhirnya mereka berkomitmen untuk menjalin sebuah hubungan.

Setelah lulus kuliah, beliau melamar diberbagai perusahaan, sekitar 5 perusahaan. Akhirnya beliau diterima di PT. Hutama Karya cabang Bandung. Beliau ditugaskan di proyek rehabilitasi saluran irigasi Tarum Barat di Karawang sebagai engineer yang bertugas menghitung biaya proyek. Seminggu sekali beliau pergi ke tempat proyek. Sekitar 5 hari beliau di tempat proyek dan pada akhir minggu pulang ke Bandung. Aktivitas yang melelahkan itu beliau jalani sekitar 1,5 tahun.

Sekitar bulan Juni tahun 1989, beliau selesai dari proyek rehabilitasi saluran irigasi Tarum Barat, beliau diterima di PT. Pupuk Kujang dan menetap di perumahan perusahaan tersebut. Beliau tertarik melamar pekerjaan di perusahaan ini karena sering melewatinya ketika menuju ke tempat proyek di Karawang. Beliau diterima di bagian Biro Rancang Bangun sebagai engineer dengan tugas mendesain struktur bangunan untuk proyek pembangunan Kujang 2.

Pada bulan September tahun 1992, saat beliau masih bekerja di Biro Rancang Bangun, beliau menikah dengan ibu saya, Rosi Dariati di Bandung setelah mereka menjalin hubungan selama 5 tahun. Ibu saya ikut tinggal di Cikampek bersama ayah saya. Lalu, pada tahun 1993, lahirlah kakak saya atau putri pertama ayah dan ibu saya, yang bernama Nursyifa Kamilia.

Tahun 1996, ayah saya pindah ke Dinas Jastek Divisi Konstruksi sebagai kepala bagian yang tugasnya melaksanakan pemeliharaan kawasan, seperti jalan, saluran, pagar dan sebagainya. Setiap minggu diadakan kontrol keadaan kawasan. Selain itu, beliau juga mendapat permintaan perbaikan dari biro terkait. Lalu pada tahun 1997, lahirlah saya, putri kedua beliau yang bernama Nurashila Dhiyani. Beliau hanya mempunyai 2 putri.

Tahun 2003, beliau dipindahkan tugasnya ke proyek pembangunan Kujang 1 B sebagai engineer sipil. Beliau pernah pergi ke Jepang untuk mengikuti engineering desain. Kegiatan di sana adalah merencenakan desain Kujang 1 B dan mendiskusikannya dengan orang-orang Jepang.

Lalu, pada tahun 2004 beliau ditugaskan menjadi Manager Divisi Konstruksi dengan bagian jasa sipil dan alat-alat konstruksi. Kemudian pada tahun 2011, nama Divisi Konstruksi berubah nama menjadi Biro Pelayanan Jasa dengan lingkup pekerjaan jasa sipil dan non sipil. Tugas jasa sipil dan jasa-jasa lainnya (sewa menyewa dan perbaikan peralatan baik) beliau yang mengurusinya. Sampai saat ini, beliau masih bekerja menjadi manager Biro Pelayanan Jasa. Beliau dengan senang hati menerima permintaan perbaikan dari pihak-pihak yang terkait. Beliau sangat tekun dalam menjalankan tugasnya.


Semoga bermanfaat untuk sahabat KBI semua 🙂