Contoh 'Cerita Abu nawas' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh 'Cerita Abu nawas' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Contoh ‘Cerita Abu nawas’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

Posted on

Contoh ‘Cerita Abu nawas’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Contoh 'Cerita Abu nawas' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh ‘Cerita Abu nawas’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Siapa yang tidak menyukai sebuah cerita, dari anak-anak hingga orang yang sudah dewasa pasti menyukai cerita. Selain menyenangkan, membaca atau mendengarkan cerita juga dapat menambah wawasan yang kita miliki.

Sahabat KBI sering mendengarkan atau membacakan cerita apa sih? Apakah sahabat KBI pernah bercerita mengenai kisah abu nawas? sudah pernah mendengarnya kah? atau mungkin baru pertama kali ini mendengarnya?

Nah, pada kesempatan kali ini admin ingin sekali membahas mengenai kisah abu nawas atau cerita abu nawas dalam bahasa inggris nih, agar sahabat KBI juga sekaligus belajar mengenai kosakata dalam bahasa inggris. Check this out!


Abu Nuwas Was Accused Of Stealing

Abu Nawas is very famous for its cleverness in solving the quaint. So is the story of this one, Abu Nawas overwritten problems, vilified and accused of stealing.

Will the Abu Nawas is able to resolve this matter? Here’s her story.

One day, si Fulan came into the King’s Palace Harun Al Rasyid. He is secretly harbored a sense of revenge to Abu Nawas. After meeting with the King, so he tells the story about the meaning of his return.

Your Majesty, I would like to report a misdeed of one people trust you,” said si Fulan.

Who is he and what he has done?” asked the King.
“He is a confidant of Paduka, namely Abu Nawas. She has been doing indecency, that steal the gold necklace I am, “replied the Fulan.

The King was surprised, and asked any si Fulan tells what happen

This is glorious, it looks like Abu Nawas had long coveted the gold necklace I. He originally wanted to buy the necklace, but the servants did not want to sell it, “bright si Fulan.

Hear the incitement that person, Abu Nawas ever directly called into court. Arriving at the Palace, the King ordered the soldiers to imprison Abu Nawas.

“Wait a minute, actually it is no your Majesty what until so angry to me,” said Abu Nawas while confusion.

Hear the Abu Nawas, greeting the King of direct wrath,
Dare you ask like that, wouldn’t you have to steal the necklace si Fulan?” snapped King si Fulan pointing that not far from the King.
“Not your Majesty, for what I stole her necklace?” Agent: Abu Nawas.
Abu Nawas is starting to realize that he had maligned.
“The proof, these people carry a scarf of yours, and I’ve seen to wear it, said King.
Abu Nawas is indeed the owner of the shawl, but it’s been two days shawl that lost stolen by someone.
He’s already tried to explain several times until it’s long, but I think his efforts in vain only.
Beheaded or Hung?
The next day, and because of the large number of incitement that leveled the Fulan unto the King, finally Abu Nawas was sentenced to death. In addition, she also wanted to test the  Abu Nawas’s brain in this matter.
It’s time the death penalty is given. Shortly before the death sentence was carried out, the King had asked what the last request Abu Nawas.
And oh it turns out this moment that palking awaited by the Abu Nawas. Abu Nawas ask that given the chance to vote for the death penalty itself.
“I ask when the option right, the servant of servants willing to put to an angular. But if the servant is considered wrong, then slaves were hanged, “said Abu Nawas pleaded.
“You are a strange people. The precarious moments still only got around to talking banter. However, your lies cannot save you, “said the King.
“I wasn’t talking banter, your Majesty,” said Abu Nawas.
More King laugh. But it is not finished , Abu Nawas shouted with a loud voice.

“I
ask the punished an angular!” “I ask the punished an angular!”
All those who were present when it was made to shock. They wonder why the Abu Nawas make decisions like that. Meanwhile, the King began to suspect and at once began to think about the sentence the last request from Abu Nawas.
The King, the servant had said said that the servant will be put to an angular. If pilihsn is true, then the servant of the servant punished an angular. But where is the location of the error option, to the slave should be hanged. When the servant‘s select sentenced an angular? “explained Abu Nawas.
Unsuspected by said Abu Nawas makes the King was astonished and menyadrinya. Inside, the King acknowledged the greatness of Abu Nawas. And Furthermore, the problem still solved again.
Serlang a few days later, turned out to be Abu Nawas just vilified just by si Fulan.

Abu Nawas memang sangat terkenal dengan kecerdikannya dalam memecahkan masalah yang pelik. Begitu juga dengan kisah yang satu ini, Abu Nawas ditimpa masalah, difitnah dan dituduh mencuri.

Akankah Abu Nawas mampu menyelesaikan perkara ini? Berikut kisahnya.

Pada suatu hari, si Fulan datang ke istana Raja Harun Ar Rasyid. Dia ini diam-diam memendam rasa dendam kepada Abu Nawas. Setelah bertemu dengan raja, maka ia pun menceritakan perihal maksud kedatangannya.

“Yang mulia, aku ingin melaporkan perbuatan buruk salah satu orang kepercayaan Anda, “kata si Fulan.
“Siapakah dia dan apa yang telah diperbuatnya? “tanya raja.
“Dia adalah orang kepercayaan Paduka, yaitu Abu Nawas. Dia telah melakukan perbuatan keji, yaitu mencuri kalung emas saya, “jawab si Fulan.

Raja pun terkejut, dan meminta si Fulan menceritakan kronologisnya.

“Begini yang mulia, sepertinya Abu Nawas sudah lama mengincar kalung emas saya. Awalnya ia ingin memebeli kalung tersebut, namun hamba tidak ingin menjualnya, “terang si Fulan.

Mendengar hasutan orang tersebut, Abu Nawas pun langsung dipanggil ke istana. Sesampainya di istana, raja memerintahkan prajurit untu memenjarakan Abu Nawas.

“Tunggu sebentar Paduka, sebenarnya ini ada apa hingga pada begitu marah kepada saya, “bela Abu Nawas sembari kebingungan.

Mendengar ucapan Abu Nawas tersebut, raja langsung murka,
“Berani sekali kamu bertanya seperti itu, bukankah kamu sudah mencuri kalung si Fulan?” bentak raja sambil menunjuk si Fulan yang tak jauh dari raja.
“Tidak Paduka, untuk apa saya mencuri kalungnya? “bantah Abu Nawas.
Abu Nawas mulai sadar bahwa dirinya telah difitnah.

“Buktinya, orang ini membawa selendang milikmu, dan aku pernah melihatnmu memakainya, “kata raja.
Abu Nawas memang pemilik selendang tersebut, namun sudah dua hari lamanya selendang tersebut hilang dicuri oleh seseorang.
Dia sudah mencoba menjelaskan beberapa kali sampai lama, namun kayaknya usahanya sia-sia saja.

Dipancung atau Digantung ?

Pada keesokan harinya, dan karena banyaknya hasutan yang dilontarkan si Fulan kepada raja, akhirnya Abu Nawas dijatuhi hukuman mati. Selain itu, baginda juga ingin menguji kepandaianh Abu Nawas dalam perkara ini.

Saatnya hukuman mati diberikan. Sesaat sebelum hukuman mati dilaksanakan, raja sempat menanyakan apa permintaan terakhir Abu Nawas ini.

Dan oh ternyata saat-saat ini yang palking ditunggu oleh Abu Nawas. Abu Nawas minta agar diberi kesempatan untuk memilih hukuman mati dirinya.

“Hamba minta bila pilihan hamba benar, hamba bersedia dihukum pancung. Tapi jika pilihan hamba dianggap salah, maka hamba dihukum gantung saja, “kata Abu Nawas memohon.
“Engkau ini memang orang yang aneh. Saat-saat genting pun masih saja sempat bersenda gurau. Akan tetapi, dsegala tipu muslihatmu tidak akan bisa menyelematkanmu, “ujar baginda.

“Hamba tidak bersenda gurau, Paduka, “kata Abu Nawas.
Raja pun semakin terpingkal-pingkal dibuatnya. Namun belum selesai raja tertawanya, Abu Nawas berteriak dengan nyaring.
“Hamba minta dihukum pancung !” “Hamba minta dihukum pancung !”

Semua orang yang hadir saat itu dibuat kaget. Mereka bertanya-tanya kenapa Abu Nawas membuat keputusan seperti itu. Sementara itu raja mulai curiga dan sekaligus mulai berpikir tentang kalimat permintaan terakhir dari Abu Nawas tadi.

“Baginda, hamba tadi mengatakan bahwa hamba akan dihukum pancung.Kalau pilihsn hamba benar, maka hamba dihukum pancung. Tetapi dimanakah letak kesalahan pilihan hamba, hingga hamba harus dihukum gantung. Padahal hamba kan memilih dihukum pancung?” jelas Abu Nawas.

Tak disangka olah kata Abu Nawas membuat raja tercengang dan menyadrinya. Dalam hati, raja mengakui kehebatan Abu Nawas. Dan selanjutnya, masalah tersebut masih diusut lagi.

Serlang beberapa hari kemudian, ternyata Abu Nawas hanya difitnah saja oleh si Fulan.


Semoga bermanfaat ya sahabat KBI semua 🙂


Simak Ulasan Materi KBI Lainnya :

 

loading...