Contoh Explanation Text 'Hujan Meteor' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Explanation Text 'Hujan Meteor' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Contoh Explanation Text ‘Hujan Meteor’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

Posted on

 Explanation Text : ‘Hujan Meteor’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Contoh Explanation Text'Hujan Meteor' Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Explanation Text ‘Hujan Meteor’ Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Meteor merupakan sebuah fenomena alam yang banyak terjadi, apakah sahabat KBI pernah menyaksikan meteor? atau yang biasa kita sebut dengan bintang jatuh? sungguh indah bukan? nah, apakah sahabat KBI juga tau bagaimana terjadinya meteor tersebut?

Berikut ini admin aka menjelaskan kepada sahabat KBI mengenai proses terjadinya meteor. Langsung kita simak berikut ini ya 🙂


As the stars we see at night, the Sun was only one star in the Milky Way Galaxy. And the Earth where we live was only one of the eight planets around the Sun. In addition to the planets is still a lot of other objects around the Sun. Such as asteroids, comets, meteoroids, and others. A whole form a star system called the solar system.
Our solar system is so vast. The distance between the Sun and Earth only reaches 150 million kilometers. Where the distance to the edge of the solar system is estimated to reach more than 100,000 times the distance between the Sun and the Earth. Imaginable in the rim of the solar system the Sun far it nun will shine dimmed. Not even brighter than the full moon. So the temperature of the solar system is very cool.
On the rim of the solar system that so cold it resides also the chunkchunk of ice and hardness, around the Sun. Chunkchunk of ice that was so much like forming a cloud. Then by area scientists chunkchunk of ice that are known as the Oort Cloud. The distance is estimated to range between 50,000-100,000 times the distance of the Sun and the Earth.
Oort Cloud at the edge of the solar system. Credit: Space Facts.
The movement of the giant planets in the inner solar system sometimes makes one of the chunks of ice in the Oort Cloud are interested in. So that chunks of ice began moving closer to the Sun. And when it starts close to the Sun then the ice will begin to experience a warming. Ice melts and evaporates quickly. Water vapor that then forms a sheath and a tail of slabs of ice.
The chunk of ice that vaporized roast the Sun this is the object we know as comets. But comets contain water not only purely. But also the metal minerals as there is on the rocks. When water vapor began to urge out of the core of the Comet then this metal minerals also will get carried away. So the tail of Comet that is formed will be composed of gas and dust.
Comet ISON on November 21, 2013. Credit: Gerald Rhemann.
Over time the tail gas of the comet will be lost swept the solar wind. While tail of dust from the comet will remain in place. So along the path of the comet will be met by the dust that comes from solid fragments of Comet. And every time the Comet passed back then the dust content in the course would be more and accumulate. Comet dust is then called meteoroids.
The Earth and the Comet was equally around the Sun in its orbit respectively.
And a few comets have orbits that intersect with the Earth’s orbit. So there are times when the Earth crosses the orbit of Comet, some will. And when that happens then the Earth would have braved the hordes of meteoroids that come from comets. Then both collide!
Illustration of Earth when it will cross the orbit of a comet. Credit: hku.hk.
But the hordes of meteoroids that won’t directly hitting the surface of the Earth. Instead it will pass through the Earth’s atmosphere first. When the meteoroids meteoroids that passes through the atmosphere very quickly then the meteoroids meteoroids that will blow with air particles. This friction will cause the heat quickly burn meteoroids.
The phenomenon of burning of meteoroids in the atmosphere we know as meteor. Well because when the Earth crosses the orbit of the comet will be many meteoroids that crashed and burned in the atmosphere. Then when it also will be a lot of meteors that can be seen. The phenomenon of increasing number of meteors that can be seen is called a meteor shower.

Sebagaimana bintang-bintang yang kita lihat pada malam hari, Matahari pun hanya salah satu bintang yang berada di Galaksi Bima Sakti. Dan Bumi tempat kita tinggal pun hanya satu dari delapan planet yang mengelilingi Matahari. Selain planet-planet masih banyak objek lain yang juga mengelilingi Matahari. Seperti asteroid, komet, meteoroid, dan lain-lain. Keseluruhannya membentuk suatu sistem bintang bernama Tata Surya.

Tata Surya kita begitu luas. Jarak antara Matahari dan Bumi saja mencapai 150 juta kilometer. Dimana jarak ke tepian Tata Surya diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 kali jarak antara Matahari dan Bumi. Bisa dibayangkan di tepian Tata Surya kita yang nun jauh itu Matahari akan bersinar redup. Bahkan tidak lebih terang dari bulan purnama. Sehingga temperatur di tepian Tata Surya sangat dingin.

Di tepian Tata Surya kita yang begitu dingin itu bersemayam pula bongkahan-bongkahan es dan turut mengelilingi Matahari. Bongkahan-bongkahan es itu begitu banyaknya sehingga membentuk seperti awan. Kemudian oleh ilmuwan wilayah bongkahan-bongkahan es itupun disebut sebagai Awan Oort. Jaraknya diperkirakan terentang antara 50.000 – 100.000 kali jarak Matahari dan Bumi.

Awan Oort di Tepi Tata Surya. Kredit: Space Facts.

Pergerakan planet-planet raksasa di Tata Surya bagian dalam terkadang membuat salah satu bongkahan es di Awan Oort tertarik masuk. Sehingga bongkahan es itu pun mulai bergerak mendekat ke Matahari. Dan ketika mulai dekat ke Matahari maka es itu pun akan mulai mengalami pemanasan. Es mencair dan dengan cepat menguap. Uap air itu kemudian membentuk selubung dan ekor dari bongkahan es tersebut.

Bongkahan es yang menguap “terpanggang” Matahari ini adalah objek yang kita kenal sebagai komet. Namun komet bukan hanya mengandung air semata. Tapi juga mineral logam sebagaimana yang ada pada bebatuan. Ketika uap air mulai mendesak keluar dari inti komet maka mineral logam ini pun akan terbawa. Sehingga ekor komet yang terbentuk akan tersusun dari gas dan debu.

Komet ISON pada 21 November 2013. Kredit: Gerald Rhemann.

Seiring waktu ekor gas dari komet akan hilang tersapu angin surya. Sedangkan ekor debu dari komet akan menetap pada tempatnya. Dengan begitu disepanjang lintasan komet akan dipenuhi oleh debu yang berasal dari serpihan-serpihan padat komet. Dan setiap kali komet itu kembali melintas maka kandungan debu pada lintasannya pun akan semakin menumpuk. Kumpulan debu komet ini kemudian disebut meteoroid.

Bumi dan komet sama-sama mengelilingi Matahari dalam orbit masing-masing. Dan beberapa komet memiliki orbit yang berpotongan dengan orbit Bumi. Sehingga ada kalanya Bumi akan melintasi beberapa orbit komet. Dan ketika itu terjadi maka Bumi akan menerjang gerombolan meteoroid yang berasal dari komet tersebut. Kemudian keduanya pun bertabrakan!

Ilustrasi Bumi ketika akan melintasi orbit komet. Kredit: hku.hk.

Namun gerombolan meteoroid itu tidak akan langsung menghujam ke permukaan bumi. Melainkan akan melewati atmosfer bumi terlebih dahulu. Ketika meteoroid-meteoroid itu melewati atmosfer dengan sangat cepat maka meteoroid-meteoroid itu akan bergesekan hebat dengan partikel udara. Gesekan ini akan menimbulkan panas yang dengan cepat membakar meteoroid.

Fenomena terbakarnya meteoroid dalam atmosfer ini yang kita kenal sebagai meteor. Nah karena ketika Bumi melintasi orbit komet akan banyak meteoroid yang jatuh dan terbakar di atmosfer. Maka ketika itu pula akan banyak meteor yang bisa terlihat. Fenomena meningkatnya jumlah meteor yang bisa terlihat ini yang disebut sebagai hujan meteor.

*indonesiasource : kalastro.id

Semoga bermanfaat ya sahabat KBI semua 🙂