Contoh Naskah Drama Persahabatan 5 Pemain Dalam Bahasa Inggris
Contoh Naskah Drama Persahabatan 5 Pemain Dalam Bahasa Inggris

Contoh Naskah Drama Persahabatan 5 Pemain Dalam Bahasa Inggris

Posted on

Contoh Naskah Drama Persahabatan 5 Pemain Dalam Bahasa Inggris

 

Contoh Naskah Drama Persahabatan 5 Pemain Dalam Bahasa Inggris
Contoh Naskah Drama Persahabatan 5 Pemain Dalam Bahasa Inggris

 

Apakah sahabat KBI menyukai seni? terutama seni peran? seperti drama atau teater? Nah, sebelum membahas lebih lanjut mengenai drama atau teater, apasih yang sahabat KBI ketahui mengenai drama atau teater itu sendiri? Yaps! Kalau menurut buku yang pernah admin baca nih ya, drama atau teater merupakan Teater (bahasa Inggris: theater atau theatre, bahasa Perancis théâtre berasal dari kata theatron (θέατρον) dari bahasa Yunani, yang berarti “tempat untuk menonton”). Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah, penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti).

Nah, berikut ini admin akan berikan contoh kepada sahabat KBI mengenai teks drama atau teater yang berhubungan dengan persahabatan dan melibatkan 5 orag pemain. Drama ini berlatarkan di sekolah dengan berbagai macam orang. Check this out ya 🙂


Characterizations

Irma Pearl             : A grad student achievers who never made trouble at school
Lukman Hasibuan: students from the batak lands quite firmly holds the principle
Rudy liok                : Called Koko, an ethnic Chinese students who are pretty laid back disposition
Neneng Kartini      : Students who come from the area of Sunda
Laode Mahmud     : comes from the land of Macassar, behave quite gentlemen and became Chairman of the STUDENT BODY at the school.
Sample text drama school children this could begin with a discussion about warm enough increase in money the SPP will apply to the school:
Morning in a classroom that is quite bright.
Neneng         : “Ir, you’ve heard yet about the plans increase in TUITION FEE in our schools?”
Irma             : “Yes the hell heard heard of grade Eleven yesterday said the party had already invited the student to talk less tau but also because the principal right yet to give an announcement officially”.
Neneng        : “you do not agree with such a plan?”
Irma             : “Yeah, how good is it only because the right schools also may have been thinking about the plan by ripe”
Neneng        : ” I still less agrees Ir, because my parents are confuse with current fuel price hike, we are damning them with the problem of rising TUITION FEE also.
(Suddenly comes Mahmud which seems to be very serious, visible from the look on his face that is very flat with eyebrows furrowed, plus an increasingly minus glasses SAG)
Neneng    : “ah Mr. Chairman we are Seems  OSIS many problems at the moment, there is what the hell really serious  Mud”
Mahmud: “that’s right, students at school to the invited to demo about SPP, I am so confuse”
Neneng     : “Serious Mud? If you want the demo I also want to come because it’s become my problem also, it’s easy to hope wrote the school want to hear our aspirations as a student “
Mahmud   : “yaps, it’s make me so confuse, I yesterday called head master to bridge students and the school about this plan is not even so provocateur
Irma         : “so the bridge Mud? He. .. He‘s hard (Irma interrupting talks while a little joking)
Mahmud  : ” according to you ir, what should I do?”
Irma         : “you better talk to the students, if the students first needs to create a forum for mediation between the school and the students, let the school be able to explain their plans and children will be able to understand everything”
Mahmud    : “good idea you it Ir, I will immediately make this mediation plan so that children are not constantly tense. okay, I think enough, I want to unplug it first”
(Irma and Neneng “o good luck always Mud!” After Mahmud out of Rudy also came the class was still busy with a phone in his hand).
Neneng    : “you did not enter the demo Ko?”
Rudy        : “Demo SPP it Yes Neng? Ah I am lazy. For me the problem is not the origin of the SPP increases not too large and obvious for them, yes or no?
Neneng    : ” I’m also Confused, on the one hand I do not want to ride but in the SPP thought it could be accepted that schools plan huh? “
Irma        : “already we will continue to monitor the next news, and even follow up demo we so did not deal with the issue but adds to the problem. The school also will certainly explain in children young on the plan made possible “we are goodness when they still involved serious talks regarding plans for increase in SPP, came the advance by installing Lukman seems more serious than Mahmud.
Neneng: “she is our true orator, how Man, so demo?”
Lukman: “there has been no approval from the nih OSIS even just the same-party consultation invite Mahmud schools she said let me clear information so no need to demo”
Irma: “Yeah man I think we follow what mahmud said, for good we’ll also do not interfere with the stability of the school and the learning activities are not hampered.”
Rudy: “the better Man so Agree, if demo, in fact there will be a provocateur, can be desperate” Lukman agrees with his friend’s input.

Penokohan

Irma Mutiara : Seorang siswi berprestasi yang tak pernah membuat masalah di sekolah
Lukman Hasibuan : Siswa dari tanah batak yang cukup tegas memegang prinsip
Rudy liok : Dipanggil Koko,seorang siswa etnis China yang cukup santai pembawaannya
Neneng Kartini : Siswi yang berasal dari daerah Sunda
Laode Mahmud : Berasal dari tanah Makasar,berperangai cukup gentlemen dan menjadi ketua OSIS di sekolah.

Contoh teks drama anak sekolah ini bisa dimulai dengan sebuah perbincangan cukup hangat mengenai kenaikan uang SPP yang akan diberlakukan pihak sekolah :

loading...

Pagi di ruang kelas yang cukup cerah.

Neneng : “ Ir,kamu sudah dengar belum mengenai rencana kenaikan SPP di sekolah kita?”
Irma :” Iya sih dengar dengar dari siswa kelas Sebelas kemarin katanya pihak OSIS sudah diajak berbicara tapi kurang tau juga karena kepala sekolah kan belum memberi pengumuman secara resmi”.
Neneng :” kamu setju tidak dengan rencana tersebut?”
Irma :” Ya,bagaimana baiknya sajalah soalnya kan sekolah juga mungkin sudah Memikirkan rencana dengan matang”
Neneng :” kalo aku sih kurang setuju Ir soalnya saat ini kan orang tua kita sedang mumet dengan masalah kenaikan BBM,masa sekarang kita memberatkan mereka dengan masalah kenaikan SPP juga,itumah keterlaluan namanya,bisa bisa aku di cap anak durhaka pada orang tua ha,,ha,,ha.

( Tiba tiba datang Mahmud yang kelihatannya sangat serius,terlihat dari raut mukanya yang sangat datar dengan alis berkerut,ditambah kacamata minusnya yang semakin melorot )

Neneng : “ Duh pak ketua OSIS kita koq Nampaknya sedang banyak masalah saat ini,ada apa sih Mud kayak serius banget “
Mahmud :” Iya nih Neng,anak anak pada ngajak demo ke pihak sekolah untuk tidak jadi menaikkan SPP,bingung aku jadinya”
Neneng : “Serius Mud? Kalo mau demo aku juga mau ikut soalnya ini menjadi masalahku juga,mudah mudahan aja pihak sekolah mau mendengar aspirasi kita sebagai siswa”
Mahmud : “Kamu ini Neng malah tambah puyeng kepalaku,aku kemarin dipanggil kepsek untuk menjembatani siswa dan pihak sekolah tentang rencana ini bukan malah jadi provokator
Irma : “Jadi jembatan Mud? He..he sulit dong”( Irma menyela pembicaraan sambil sedikit
bercanda )
Mahmud :” kamu ini Ir gimana nih sekarang menurut mu,apa yang harus aku lakukan?”
Irma :” Lebih baik kamu ajak bicara dulu anak anak,kalau perlu buat forum untuk mediasi antara pihak sekolah dan anak anak,biar pihak sekolah bisa menjelaskan rencana mereka dan anak akan bisa memahami semuanya”

Mahmud :” Bagus juga ide kamu itu Ir,aku mau secepatnya buat rencana mediasi ini agar anak anak tidak tegang terus.udah ya aku mau cabut dulu”
Irma dan Neneng :” Ya semoga sukses selalu Mud!” Setelah Mahmud keluar dari kelas datang juga Rudy yang masih sibuk dengan handphone di tangannya.
Neneng :”kamu tidak ikut demo Ko?”
Rudy :” Demo SPP itu ya Neng? Ah males aku. Bagiku kenaikan SPP bukan masalah asal tidak terlalu besar dan jelas peruntukkannya,iya tidak?”
Neneng :’’Bingung juga aku, Ko di satu sisi aku tak mau SPP naik tapi di pikir pikir bisa juga diterima rencana sekolah itu ya?”
Irma :”Sudah lah Neng pantau aja terus berita selanjutnya,kalo malah ikutan demo kita jadi tidak membereskan masalah tapi menambah masalah. Pihak sekolah juga pasti akan menjelaskan pada anak anak mengenai rencana tersebut buat kebaikan kitajuga mungkin” Ketika mereka masih terlibat pembicaraan serius mengenai rencana kenaikan SPP,datang Lukman dengan memasang muka yang tampak lebih serius dari Mahmud.

Neneng :”Ini dia orator sejati kita,gimana Man,jadi demonya?”
Lukman :”Belum ada persetujuan juga nih dari OSIS malah barusan si Mahmud ngajak konsultasi sama pihak sekolah katanya biar jelas informasinya jadi tidak perlu demo”
Irma :”Iya man mending juga kamu turutin kata Mahmud, untuk kebaikan kita juga biar tidak mengganggu stabilitas sekolah dan kegiatan belajar tidak terhambat!”
Rudy :”Setuju Man lebih baik begitu, kalo demo nanti malah akan ada provokator,bisa runyam” Lukman yang orang batak ini manggut manggut setuju dengan masukan teman temannya.


Semoga bermanfaat ya sahabat KBI semua 🙂

 

Simak Ulasan Materi KBI Lainnya :