Descriptive Text : Istana Negara Dalam Bahasa Inggris Beserta Dengan Arti Lengkap
Descriptive Text : Istana Negara Dalam Bahasa Inggris Beserta Dengan Arti Lengkap

Descriptive Text : Istana Negara Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

Posted on

Descriptive Text : Istana Negara Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

Hallo sahabat KBI, apakah kalian pernah berkunjung kesuatu tempat? seperti Bali, jogja, museum dan tempat-tempat wisata lainya? Nah, gimana dengan istana negara? apakah sahabat KBI pernah berkunjung ke tempat tersebut?

Disini admin akan memberikan contoh descriptive text tentang istana negara dalam bahasa inggris beserta dengan arti lengkapnya. Langsung disiimak berikut ini yak 😀

Descriptive Text : Istana Negara Dalam Bahasa Inggris Beserta Dengan Arti Lengkap
Descriptive Text : Istana Negara Dalam Bahasa Inggris Beserta Dengan Arti Lengkap

Istana Negara is the Presidential Palace located on the Street veterans, Central Jakarta. The Presidential Palace is also one of the complex with the Merdeka Palace that is located in the southern part of the Palace. With a total area of overall reach 68.000 m2, the complex includes 3 other important buildings such as the Bina Graha, the Pensions of the State, and the Office of the Secretariat of State of the Ministry of the Republic of Indonesia. The difference between the two being the Palace State Palace overlooking the Street veterans, while Merdeka Palace facing towards Merdeka square. 

History

A Lithography Paleis Rijswijk circa 188090s
Photographs of the Palace of Rijswijk between 1857-1872
The Interior of the Palace in Rijswijk in the 1920s
At first in the palace complex in Jakarta is only one building, namely the State Palace. The building was built during the reign of 1796 Governor General Pieter Gerardus van Overstraten 1804 and completed during the reign of Governor-general Johannes Siberg originally was a retreat outside the city belonged to the Netherlands entrepreneurs, J A Van Braam. At that time the area was later known as the Harmony is indeed a most prestigious location in Batavia.
In 1820 this Braam van rest houses rented and then purchased (1821) by the colonial Government for use as a Center for the activities of the Government as well as the residence of the Governor General when dealing in Batavia (Jakarta). The Governor General of the time most indeed choose staying in the Palace of Bogor is more cool. But sometimes they have to go down to Batavia, especially to attend the meeting of the Council of the Indies, every Wednesday.
The House of van Braam was chosen to head the colony, because the Palace of Daendels in Lapangan Banteng has not yet been completed. But once resolved any building that is just used for government offices.
During the reign of the Netherlands East Indies, several important events happened in the building known as the Palace of Rijswijk (but officially called a Hotel van den GouverneurGeneraal, to avoid the word Palace). Of which bear witness to the forced or cropping system when the cultuur stelsel van Graaf established the Governor-General of den Bosch. Linggarjati Agreement signing and then on 25 March 1947, which Indonesia party represented by Sutan Syahrir and the Netherlands was represented by Henry Julian van Mook.
In the beginning the 3,375 m2 building on a style of architecture of ancient Greece is two-storied. But in 1848 part of it dismantled; and the front of the ground floor was made larger to give the impression of more official. Building forms the result changes to 1848 which survived up to now without any change in meaning.
Because the Palace of Rijswijk began to tightness, during the reign of Governor General J.W. van Lansberge year 1873, a new Palace on the same kaveling, the Palace is called Paleis te Koningsplein or Palace of Gambir became known by the name of Merdeka Palace after Indonesia‘s independence.
As the Centre of the activities of the Government of the State of the current Presidential Palace, the venue for the event which is a State, such as the appointment of high officials of the State, opening deliberations and work meetings of the National Congress is both national and international, as well as the meal that is a State.

Istana Negara merupakan Istana Kepresidenan yang terletak di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Istana Negara juga terletak satu kompleks dengan Istana Merdeka yang letaknya di bagian selatan Istana ini. Dengan total luas keseluruhannya mencapai 68,000 m², kompleks ini meliputi 3 bangunan penting lainnya seperti Bina Graha, Wisma Negara, dan kantor Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Yang menjadi perbedaan antara kedua Istana ini yaitu Istana Negara menghadap ke arah Jalan Veteran, sedangkan Istana Merdeka menghadap ke arah Medan Merdeka.

Sejarah
Sebuah Litografi Paleis Rijswijk sekitar tahun 1880-an
Foto Istana Rijswijk antara tahun 1857-1872
Interior dalam Istana Rijswijk tahun 1920-an

Pada awalnya di kompleks Istana di Jakarta ini hanya terdapat satu bangunan, yaitu Istana Negara. Gedung yang mulai dibangun 1796 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten dan selesai 1804 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johannes Siberg ini semula merupakan rumah peristirahatan luar kota milik pengusaha Belanda, J A Van Braam. Kala itu kawasan yang belakangan dikenal dengan nama Harmoni memang merupakan lokasi paling bergengsi di Batavia Baru.

Pada tahun 1820 rumah peristirahatan van Braam ini disewa dan kemudian dibeli (1821) oleh pemerintah kolonial untuk digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta tempat tinggal para gubernur jenderal bila berurusan di Batavia (Jakarta). Para gubernur jenderal waktu itu kebanyakan memang memilih tinggal di Istana Bogor yang lebih sejuk. Tetapi kadang-kadang mereka harus turun ke Batavia, khususnya untuk menghadiri pertemuan Dewan Hindia, setiap Rabu.

Rumah van Braam dipilih untuk kepala koloni, karena Istana Daendels di Lapangan Banteng belum selesai. Tapi setelah diselesaikan pun gedung itu hanya dipergunakan untuk kantor pemerintah.

Selama masa pemerintahan Hindia Belanda, beberapa peristiwa penting terjadi di gedung yang dikenal sebagai Istana Rijswijk (namun resminya disebut Hotel van den Gouverneur-Generaal, untuk menghindari kata Istana) ini. Di antaranya menjadi saksi ketika sistem tanam paksa atau cultuur stelsel ditetapkan Gubernur Jenderal Graaf van den Bosch. Lalu penandatanganan Persetujuan Linggarjati pada 25 Maret 1947, yang pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan pihak Belanda diwakili oleh H.J. van Mook.

Pada mulanya bangunan seluas 3.375 m2 berarsitektur gaya Yunani Kuno ini bertingkat dua. Tapi pada 1848 bagian atasnya dibongkar; dan bagian depan lantai bawah dibuat lebih besar untuk memberi kesan lebih resmi. Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 inilah yang bertahan sampai sekarang tanpa ada perubahan yang berarti.

Karena Istana Rijswijk mulai sesak, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J.W. van Lansberge tahun 1873 dibangunlah istana baru pada kaveling yang sama, Istana tersebut dinamakan Paleis te Koningsplein atau Istana Gambir yang kemudian dikenal dengan nama Istana Merdeka setelah Indonesia merdeka.

Sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, saat ini Istana Negara menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara yang bersifat kenegaraan, antara lain seperti pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah dan rapat kerja nasional, kongres bersifat nasional dan internasional, serta jamuan yang bersifat kenegaraan.


Semoga bermanfaat untuk sobat KBI semua ya 🙂


Simak Ulasan Materi KBI Lainnya :