Descriptive Text : Ragunan Zoo Dalam Bahasa Inggris Dan Artinya

Posted on

Descriptive Text : Ragunan Zoo Dalam Bahasa Inggris Dan Artinya

 

 

 

Descriptive Text

 

Hallo sahabat KBI, bagaimana kabarnya hari ini? pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi bahasa inggris yang berhubungan dengan text ya? Yaitu descriptive text. Sahabat KBI pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan descriptive text dalam bahasa inggris?

Dalam bahasa inggris, Descriptive text is a text which says what a person or a thing is like. Its purpose is to describe and reveal a particular person, place, or thing. 2. The Generic Structure of Descriptive Text.

 

Dengan kata lain, descriptive text merupakan bentuk atau jenis text dalam bahasa inggris yang berfungsi untuk menjelaskan sesuatu secara terperinci guna memberikan sebuah informasi.

Bagaimana contohnya dalam bahasa inggris? Yuk langsung saja kita simak berikut ini sahabat KBI 🙂


One of the famous tourist desatinasi in Jakarta is the Ragunan. The Zoo is its location at the Sunday market, South Jakarta. Occupy the land140 acres, Ragunan Zoo has a large collection of animals. There are at least 295 species with 4040 specimens.

 

When the first cases of bird flu to bloom, the Zoo was closed for three weeks. This is because animals that inhabit the Zoo there is a contracted bird flu. This event happened exactly on September 19, 2005 and ended on October 11, 2005.

 

Ragunan Zoo History

 

Ragunan Zoo was the first in Indonesia. Before being named the Ragunan Zoo, named Planten En Dierentuin meaning plant and the Zoo.

 

Ragunan, built in 1864. Before occupying the location now, RagunanZoo is located in Cikini, Menteng, Central Jakarta. Where 10 hectaresof land used to build the Zoo is the awarding of Raden Saleh, a painter famous for Indonesia.

 

Dierentuin En Planten Manager when it is an association called the society of Batavia Flora and Fauna Lover named Culturule Vereniging EnPlanten Dierentuin at Batavia. In 1949 the turn occurs the name of zoos, from Planten En Dierentuin became Cikini Zoo.

 

As the development of the capital, eventually proved unsuitable Cikiniagain used as a place of animal demonstrations. Therefore, when the Government of Governor Dr. Soemarno was Preparation of the Agency’s implementation of the Zoo Development that aims to move the location of the area of the Zoo to the Sunday market Cikini, Jakarta Selatan.

 

The land donated by the local authorities for the location of this zoo is covering an area of 30 acres in Ragunan. The location is about 20 km if taken from the city centre. When the transfer is done, the animalswere brought from the Cikini is as much as over 450 animal tail, whereit is the last remaining collection from Cikini Zoo.

 

Ragunan Zoo‘s official opening was done on June 22, 1966 by the then-Gubernatorial that is major General Ali Sadikin who was named Ragunan Wildlife Park. Next in 1983, under the leadership of its first Director of Ragunan named Benjamin Galstaun Ragunan Wildlife Park name changed back so the Ragunan Zoo Management.

 

Later in the year 2001 back changes name to Ragunan Wildlife Park Office. In 2009 changed name again so UPT Ragunan Wildlife Park. While the General Services Agency named 2010 Area Ragunan Wildlife Park. And then extensive Zoo reached 147 hectares with a population ofwildlife species the tail and 220 2101.

 

At 2015 BLUD Ragunan Wildlife Park again changed name so Ragunan Wildlife Park Manager Office follow Perda No. 12 year 2014 about Organization of the device area.

Salah satu desatinasi wisata yang terkenal di Jakarta adalah Ragunan. Kebun binatang yang satu ini lokasinya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menempati lahan seluas 140 hektar, Kebun Binatang Ragunan mempunyai banyak koleksi satwa. Setidaknya ada 295 spesies dengan 4040 spesimen.

 

Dahulu ketika kasus flu burung marak, kebun binatang ini pernah ditutup selama tiga minggu. Hal ini dikarenakan satwa yang menghuni kebun binatang ada yang terjangkit flu burung. Peristiwa ini terjadi tepatnya pada tanggal 19 September 2005 sampai dengan 11 Oktober 2005.

Sejarah Kebun Binatang Ragunan

 

Ragunan merupakan kebun binatang pertama yang terdapat di Indonesia. Sebelum bernama Ragunan, kebun binatang ini dinamakan Planten En Dierentuin yang memiliki arti Tanaman dan kebun binatang.

Ragunan dibangun pada 1864. Sebelum menempati lokasi yang sekarang, Kebun Binatang Ragunan terletak di daerah Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Di mana tanah seluas 10 hektar yang dipakai untuk mendirikan kebun binatang adalah pemberian dari Raden Saleh, seorang pelukis terkenal Indonesia.

Pengelola Planten En Dierentuin saat itu adalah suatu perhimpunan yang dinamakan Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang dinamakan Culturule Vereniging Planten En Dierentuin at Batavia. Pada tahun 1949 terjadi pergantian nama kebun binatang, dari Planten En Dierentuin menjadi Kebun Binatang Cikini.

Seiring perkembangan ibukota, lama kelamaan Cikini dirasa tidak cocok lagi dipakai sebagai tempat peragaan satwa. Oleh karena itu saat pemerintahan Gubernur Dr. Soemarno dibentuklah Badan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Kebun Binatang yang bertujuan untuk memindahkan lokasi kebun binatang dari daerah Cikini ke daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Lahan yang dihibahkan oleh pemerintah daerah untuk lokasi kebun binatang ini adalah seluas 30 hektar di Ragunan. Lokasinya sekitar 20 km jika ditempuh dari pusat kota.Saat dilakukan pemindahan, satwa yang dibawa dari Cikini adalah sebanyak lebih dari 450 ekor satwa, di mana itu merupakan sisa koleksi terakhir dari Kebun Binatang Cikini.

Pembukaan resmi Kebun Binatang Ragunan dilakukan pada tanggal 22 Juni 1966 oleh Gubernur DKI kala itu yaitu Mayor Jenderal Ali Sadikin yang waktu itu dinamai Taman Margasatwa Ragunan. Selanjutnya pada 1983, di bawah pimpinan direktur pertama Ragunan yang bernama Benjamin Galstaun nama Taman Margasatwa Ragunan kembali diubah jadi Badan Pengelola Kebun Binatang Ragunan.

Kemudian di tahun 2001 kembali terjadi perubahan nama menjadi Kantor Taman Margasatwa Ragunan. Pada 2009 berubah nama lagi jadi UPT Taman Margasatwa Ragunan. Sedangkan 2010 bernama Badan Layanan Umum Daerah Taman Margasatwa Ragunan. Dan kala itu luas kebun binatang mencapai 147 hektar dengan jumlah satwa 2101 ekor dan spesiesnya 220.

Pada 2015 BLUD Taman Margasatwa Ragunan kembali berubah nama jadi Kantor Pengelola Taman Margasatwa Ragunan mengikuti Perda no.12 tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat Daerah.


Semoga bermanfaat ya guys 🙂

 

Simak Materi KBI Lainnya :