Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi dalam Bahasa Inggris beserta Amanah dalam Cerita
Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi dalam Bahasa Inggris beserta Amanah dalam Cerita

Kumpulan Cerita Motivasi(Motivation Story) dan Inspirasi dalam Bahasa Inggris beserta Amanah dalam Cerita

Posted on

Kumpulan Cerita Motivasi(Motivation Story) dan Inspirasi dalam Bahasa Inggris beserta Amanah dalam Cerita


Sahabat KBI, pasti sering mendengar mengenai motivasi dan inspirasi, apa itu motivasi? motivasi merupakan suatu hal yang dapat mempengaruhi jiwa kita untuk terus bersemangat, dalam hidup kita pasti membutuhkan motivasi untuk terus maju atau untuk terus berdiri disaat kita terjatuh. Berikut ada beberapa kumpulan kisah motivasi dalam bahasa inggris yang mungkin dapat bermanfaat bagi sahabat KBI, check this out!

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi dalam Bahasa Inggris beserta Amanah dalam Cerita


Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi dalam Bahasa Inggris Beserta Amanah dalam Cerita Beserta Artinya


Dalam kehidupan, kita pasti pernah merasakan saat-saat tak menyenangkan dalam hidup, saat dimana kita terjatuh dan dalam posisi yang sangat terpuruk, saat semua semangat dan mimpi-mimpi telah lenyap, saat asa yang tadinya membumbung tinggi harus hilang seketika.

dalam posisi yang seperti itu, kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita berdiri dan bangkit lagi, kita butuh bantuan keluarga, sahabat ataupun orang-orang terkasih kita. Tak hanya itu saja, kita juga perlu faktor-faktor lain untuk membuka pikiran kita seperti nasihat, masukan ataupun kisah-kisah inspiratif dan memotivasi yang membuat pikiran kita kembali terbuka.

Oleh sebab itu, disini admin akan memberikan beberapa kisah motivasi atau kisah inspiratif dalam bahasa inggris beserta dengan amanah yang ada dalam cerita tersebut, semoga dengan ini kita dapat mempelajari makna yang terkandung di dalamnya sembari meningkatkan skill berbahasa inggris kita.

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirativ Bahasa Inggris Pilihan Beserta Artinya

As the story, there is an OWL who traveled far to move to another forest.
In this long journey, he meets a bird turtledoves. The Turtledoves amazed to see an OWL that was so hastily. He Said, “Hi, Owl! Where do you want to? “
OWL spun for a moment in the air, and then replied, “Aiih! Too difficult to get along with the neighbors. You do you know, I have the talent to sing, if night comes, I really like humming. But, well … it looks like all of them do not like to hear my voice. What can be made? Better I leave this place and moved to another forest! “
Hearing this, it said, “the Owl, you kan have lived here for tens of years. All the neighbors left and right have known you. Why you should move to a foreign place..? “
It continued, “according to me, you better change Your singing voice tone a little. The neighbors will surely love it. If not so, everywhere you go, just the same. You will still be disliked. “
Hear interviews with shame, turtledoves birds Owls bowed his head. Before long, he was seen flying back toward his home in the old forest.
Marvelous companions,
If you often experience disputes with people around or feel colleagues/friends often complicate yourself, you should try correcting yourself instead of always blaming others.
If we always throw all the blame on the surrounding environment and do not want to think about yourself, then it is the same case with the OWL. Wherever we go, there will never be liked
Hopefully can be an inspiration
Warm greetings!


Alkisah, ada seekor burung hantu yang menempuh perjalanan jauh untuk pindah ke hutan lain.

Dalam perjalanan panjang ini,ia bertemu dengan seekor burung perkutut. Si Perkutut heran melihat burung hantu yang begitu tergesa-gesa. Katanya, “Hai, Burung Hantu! Anda hendak kemana?”

Burung hantu berputar sejenak di angkasa, lalu menjawab, ”Aiih! Terlalu sulit untuk bergaul dengan para tetangga daerah ini. Anda kan tahu, saya memiliki bakat bernyanyi, jika malam tiba, saya sangat suka bersenandung. Tapi, yah… sepertinya mereka semua tidak suka mendengar suara saya. Apa boleh buat? Lebih baik saya meninggalkan tempat ini dan pindah ke hutan lain!”

Mendengar hal ini, burung perkutut berkata, ”Burung Hantu, Anda kan telah tinggal di sini puluhan tahun lamanya. Semua tetangga kiri dan kanan telah mengenal Anda. Mengapa harus pindah ke tempat asing..?”

Perkutut melanjutkan, “Menurut saya, lebih baik Anda ubah sedikit nada suara nyanyian Anda. Para tetangga pasti akan menyukainya. Jika tidak begitu, kemana pun Anda pergi, sama saja. Anda akan tetap tidak disukai.”

Mendengar penuturan burung perkutut, dengan malu burung hantu menundukkan kepalanya. Tak lama, ia terlihat terbang kembali menuju rumahnya di hutan Lama.

Sahabat luar biasa,

Jika Anda kerap kali mengalami perselisihan dengan orang-orang di sekitar atau merasa rekan/teman sering mempersulit diri Anda, sebaiknya Anda mencoba mengoreksi diri sendiri—bukannya selalu menyalahkan orang lain.

Apabila kita selalu melemparkan semua kesalahan pada lingkungan sekitar serta tidak mau merenungi diri sendiri, maka sama halnya dengan si burung hantu. Ke mana pun kita pergi, tidak akan pernah disukai…

Semoga bisa menjadi inspirasi..
Salam hangat luar biasa!

Once, there were two young men of the village who wanted to seek their fortunes to the city. Two best friends that despite being friends since childhood, but unruly behavior is quite the opposite. The other is a hard worker, the other often rely on the help of others. The excess is simply good at hanging out, so he was much liked by people. While the only companions are the ones who tend to work in silence.
However, both remain mutually supporting each other. Then, when both want to change the fate of the city, they pledged to each other keeping one another.
One time, in the middle of the journey that must pass through the wilderness, they break for a moment under the shady trees. They dance and tells about their ideals in the future while working in the city later. However, in the midst of fun chat, voice of the people for help. They were shocked, there is a weak voice for help in the middle of the forest tends to be quiet.
A little bit of fear, both of them ever looking for the source of the sound. Slowly, they approached the voice for help sounded like moans. After walking a few steps, they were struck by a huge gaping holes in the middle of the forest. They were peeking inside to the inside, where the sound source for help last originated.
In the hole, it turns out there is a young man of drooping. He apparently has been dropped into a pit trap which is usually installed to trap the animals of the forest. Then, the two companions were hurried search for roots in the forest for woven into rope to save the youth from the bottom of the hole. For quite a while they tried to help the youth. A gaping hole because, quite deep. When the afternoon ahead, the new youth was successfully removed from the hole.
Be careful, they helped give first aid on the youth. After giving him enough drink and food is perfunctory, the youth conscious, though not yet fully recovered.
“Thank you you have help me. Maybe if there was no you guys, my life has already ended up in the hole. As an expression of gratitude, the accompany me you guys would graduate to receive a little bit of thanks in the city later? “said the young man.
“Never mind, we’re pleased to be able to help you survive the hole last. We’ll still drop you into town, because it is our goal to get there, “said Lao, the young man who is easy to get along.
Then, do not wait long, towards the dark, they were already out of the forest to get to the city. While walking slowly, the three of them ever engaging conversation. “Why would you both go to town? Where are you guys actually want to? “asked the young man.
Xiao, an enterprising young man who works replied, “we are simply youth who want to change the fortunes of the village to the city.
Gee, coincidence. Follow you guys with me. My father will surely want to help people who have help me, “calls the young man.
Arriving in the city, it turns out that the young man is the son of a rich merchant. His penchant for hunting animals in the forest. Since then, he has been dropped into a pit in the Woods, until rescued two young men of the village, Lao and Xiao. Apparently, it is a great luck for Lao and Xiao, because it turns out they had saved the children of people celebrated in the city. So, do not take a long time, they get a job and a decent wage by working to the father of the young man.
Today, however, years pass. Lao and Xiao was considered to be his own family by the merchant. Lao clever mingling, clever take on hearts for these families, especially the youth of their children, so that everywhere is always both. Unfortunately, both of them work just often play around and have fun. Instead, Xiao which tend to be quiet but diligent work, the more trusted to handle the Affairs of the family business.
Look at these conditions, the merchants want to give lessons to his son. “My son, one day you will become the heir of usahaku. Therefore, I want you to choose a confidant that you can count on. Well, before later you I give the responsibility of taking care of this business, you have to test me. There is a family business in the port there that need to be repaired. Tugasmu, is now trying to fix the business. Choose between the Lao or Xiao to help you. If successful, all this effort will I inherit is to you. On the contrary, if it fails, I’ll give it to others that I think are most appropriate to continue this effort. I give time until one year!
Because it is more familiar with Lao, the young man ever choose to accompany the task. Months pass. Since both are often only tinkering, then so much the better, instead of the venture even the more severe condition. Then, when a year had passed, both failed. They were facing the merchants with faces downcast shy.
“O my son, you have failed to meet mine. You know, it’s like getting a windfall ‘, had a successful father ye continued. 
So too with Lao, trust but not executed well. Good luck indeed often come up, but it could be windfall ‘ it will not come up twice. Only those who are willing to strive and work harder, then luckluck is another approach. “
Merchants that continue, Contohlah Xiao, although subdued, but he is a hard worker. I see the potential in him. This time, I forgive you. But with the terms, you and Xiao Lao must learn, how to work hard to be able to create good luckluck of others in your life! “
Marvelous Companions,
Indeed many people as if it got a sudden fortune. However, if he just kept hoping the arrival of luck without willing to work hard, don’t hope that luck will come next. Governance gets a “windfall, it could be that undiminished durian will collapse again.
Then, when the windfall was already obtained, try to manipulate the durian it into something more useful. So is the time get luck. Don’t drown in pleasure. But, make it as a “stepping stone to work more actively and diligently again. Thus, imperceptibly, what is considered as good luckluck another, will continue to go to.
Continue to work, continue to work.


Alkisah, ada dua orang pemuda desa yang ingin mengadu nasib ke kota. Dua sahabat itu meski berteman sejak kecil, namun perangainya cukup berkebalikan. Yang satunya adalah seorang pekerja keras, yang satu lagi sering mengandalkan bantuan orang lain. Kelebihannya hanyalah pandai bergaul, sehingga ia banyak disukai orang. Sementara sahabat satunya adalah orang yang cenderung bekerja dalam diam.

Meski begitu, keduanya tetap saling mendukung satu sama lain. Maka, ketika berdua ingin mengubah nasib di kota, mereka pun berjanji untuk saling menjaga satu sama lain.

Suatu kali, di tengah perjalanan yang harus melewati hutan belantara, mereka pun istirahat sejenak di bawah pohon yang rindang. Mereka bercengkerama dan saling berkisah tentang cita-cita mereka kelak saat bekerja di kota nanti. Namun, di tengah keasyikan obrolan, terdengar suara orang minta tolong. Mereka kaget, ada suara lemah minta tolong di tengah hutan yang cenderung sepi.

Sedikit ketakutan, mereka berdua pun mencari sumber suara tersebut. Pelan-pelan, mereka mendekati suara minta tolong yang terdengar seperti rintihan. Setelah berjalan beberapa langkah, mereka dikejutkan oleh sebuah lubang menganga besar di tengah hutan. Mereka pun melongok ke dalam, sumber di mana suara minta tolong tadi berasal.

Di dalam lubang, ternyata ada seorang pemuda yang terkulai. Ia rupanya terjatuh ke dalam lubang jebakan yang biasanya dipasang untuk menjebak binatang hutan. Maka, kedua sahabat itu pun bergegas mencari akar-akar di hutan untuk dijalin menjadi tali guna menyelamatkan si pemuda dari dasar lubang. Cukup lama mereka berusaha membantu si pemuda. Sebab, lubang yang menganga cukup dalam. Saat sore menjelang, si pemuda baru berhasil dikeluarkan dari dalam lubang.

Berhati-hati, mereka membantu memberikan pertolongan pertama pada si pemuda. Setelah memberinya cukup minum dan makanan ala kadarnya, barulah si pemuda sadar, meski belum pulih sepenuhnya.

“Terima kasih kalian telah menolongku. Mungkin kalau tak ada kalian, hidupku sudah berakhir di lubang tadi. Sebagai ungkapan rasa terima kasihku, maukah kalian menemaniku untuk menerima sedikit ucapan terima kasih di kota nanti?” ujar si pemuda.

“Sudahlah, kami sudah senang bisa membantumu selamat dari lubang tadi. Kami akan tetap mengantarmu ke kota, karena memang tujuan kami ke sana,” ujar Lao, si pemuda yang mudah bergaul.

Maka, tak menunggu lama, menjelang gelap, mereka sudah keluar dari hutan itu untuk menuju ke kota. Sembari berjalan perlahan, mereka bertiga pun terlibat percakapan. “Mengapa kalian berdua pergi ke kota? Hendak ke manakah kalian sebenarnya?” tanya si pemuda.

Xiao, pemuda yang giat bekerja menjawab,”Kami hanyalah pemuda desa yang ingin mengubah nasib ke kota.”
“Wah, kebetulan sekali. Ikutlah kalian denganku. Ayahku pasti akan mau membantu orang yang sudah menolongku,” sebut si pemuda.

Tiba di kota, ternyata si pemuda adalah anak seorang saudagar kaya raya. Kegemarannya berburu binatang di hutan. Karena itulah, ia sempat terjatuh ke lubang di hutan, hingga ditolong kedua pemuda desa, Lao dan Xiao. Rupanya, adalah keberuntungan amat besar bagi Lao dan Xiao, karena ternyata mereka telah menyelamatkan anak orang terpandang di kota tersebut. Sehingga, tak perlu waktu lama, mereka pun mendapatkan pekerjaan dan upah yang layak dengan bekerja kepada ayah si pemuda.

Hari berganti, tahun pun berlalu. Lao dan Xiao telah dianggap menjadi keluarga sendiri oleh sang saudagar. Lao yang pandai bergaul, pintar mengambil hati keluarga tersebut, terutama si pemuda anak mereka, sehingga ke mana-mana selalu berdua. Sayang, pekerjaan mereka berdua hanya sering bermain-main dan bersenang-senang. Sebaliknya, Xiao yang cenderung pendiam namun tekun bekerja, makin dipercaya untuk menangani urusan-urusan bisnis keluarga tersebut.

Melihat kondisi tersebut, sang saudagar ingin memberi pelajaran kepada anaknya. “Anakku, suatu saat nanti kamu sebagai anak tunggal akan jadi pewaris usahaku. Karena itu, aku ingin kamu memilih orang kepercayaan yang bisa kamu andalkan. Nah, sebelum nanti kamu aku berikan tanggung jawab mengurus usaha ini, kamu harus aku uji. Ada satu usaha keluarga di pelabuhan sana yang butuh untuk diperbaiki. Tugasmu, sekarang coba benahi usaha tersebut. Pilih antara Lao atau Xiao untuk membantumu. Jika berhasil, semua usaha ini akan aku wariskan kepadamu. Sebaliknya, jika gagal, aku akan memberikan usaha ini kepada orang lain yang aku rasa paling tepat untuk meneruskan usaha ini. Aku berikan waktu hingga satu tahun!”

Karena lebih akrab dengan Lao, si pemuda pun memilihnya untuk mendampingi tugas tersebut. Bulan pun berlalu. Karena keduanya hanya sering bermain-main, maka bukannya jadi lebih baik, usaha tersebut malah makin parah kondisinya. Maka, saat setahun berlalu, keduanya pun gagal. Mereka pun menghadap sang saudagar dengan wajah tertunduk malu.

“Wahai anakku, kamu telah gagal memenuhi tugasku. Ketahuilah, kamu itu seperti mendapat ‘durian runtuh’, punya ayah sukses kamu tinggal meneruskan.

Begitu juga dengan Lao, mendapat kepercayaan tapi tidak dijalankan dengan baik. Keberuntungan memang kerap datang, tapi bisa jadi ‘durian runtuh’ itu tak akan datang dua kali. Hanya mereka yang mau berusaha dan bekerja lebih keras, maka keberuntungan-keberuntungan lain akan menghampiri.”

Saudagar itu melanjutkan, “Contohlah Xiao, meski pendiam, namun dia pekerja keras. Aku melihat potensi pada dirinya. Kali ini, kamu aku maafkan. Namun dengan syarat, kamu dan Lao harus belajar pada Xiao, bagaimana bekerja keras untuk bisa menciptakan keberuntungan-keberuntungan lain dalam hidupmu!”

Sahabat Luar Biasa,

Memang banyak orang yang seolah-olah mendapat keberuntungan yang tiba-tiba. Namun, jika ia hanya terus berharap datangnya keberuntungan tanpa mau bekerja keras, jangan harap keberuntungan itu akan datang seterusnya. Laksana mendapat “durian runtuh”, bisa jadi durian itu tak akan runtuh lagi.

Maka, saat durian runtuh sudah didapat, coba untuk mengolah durian itu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Begitu juga saat mendapatkan keberuntungan. Jangan tenggelam dalam kesenangan. Tapi, jadikan itu sebagai “batu loncatan” untuk bekerja lebih giat dan tekun lagi. Dengan begitu, tanpa terasa, apa yang dirasa sebagai keberuntungan-keberuntungan lain, akan terus mendatangi.

Terus berkarya, terus bekerja.

Salam sukses, luar biasa!!!

 Semoga cerita motivasi dan inspirasi tersebut dapat bermanfaat bagi sahabat KBI semua 🙂
*Adapted and translated from the best author of Indonesia, Andrie Wongso.