Menceritakan 'Ibu Kota Jakarta' Dalam Bahasa Inggris Lengkap Beserta Arti
Menceritakan 'Ibu Kota Jakarta' Dalam Bahasa Inggris Lengkap Beserta Arti

Menceritakan ‘Ibu Kota Jakarta’ Dalam Bahasa Inggris Lengkap Beserta Artinya

Posted on

Menceritakan ‘Ibu Kota Jakarta’ Dalam Bahasa Inggris Lengkap Beserta Arti

 

Menceritakan 'Ibu Kota Jakarta' Dalam Bahasa Inggris Lengkap Beserta Arti
Menceritakan ‘Ibu Kota Jakarta’ Dalam Bahasa Inggris Lengkap Beserta Arti

 

Siapa yang tidak mengenal ibu kota sendiri yaitu Jakarta. Hampir seluruh masyarakat yang tinggal di Indonesia pasti pernah mendengar mengenai Jakarta. Jakarta merupakan sebuah kota metropolitan dimana hampir seluruh kebutuhan hidup sehari hari tersedia disana, Sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, Jakarta merupakan kota yang paling banyak mendapatka sorotan baik dari pemerintah ataupun masyarakat dibanding dengan kota besar lainya. Tak hanya terkenal dengan beberapa permasalahan yang banyak terjadi, Jakarta juga menawarkan beberapa keindahan yang patut untuk sahabat KBI tau. Oleh sebab itu, menarik bukan bila kita mengulas sedikit mengenai Jakarta dalam bahasa inggris, yuk langsung aja kita simak 🙂


JAKARTA

Jakarta, officially the Special Capital Region of Jakarta, is the capital and most populous city of the Republic of Indonesia.

Located on the northwest coast of the world’s most populous island of Java, Jakarta is the country’s economic, cultural and political center, with a population of 10,075,310 as of 2014. The official metropolitan area, known as Jabodetabek (a name formed by combining the initial syllables of Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi), is the second largest in the world, yet the metropolis’ suburbs still continue beyond it. Its unofficial built-up (metropolitan) area covers Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Serang, Purwakarta, Sukabumi and Subang regencies (123 districts), also including Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Depok, Serang and Cilegon Municipalities, which in total were home to 30,214,303 inhabitants as of 2010 census.

Established in the fourth century, the city became an important trading port for the Kingdom of Sunda. It was the de facto capital of the Dutch East Indies (known as Batavia at that time). Today, the city has continued as the capital of Indonesia since the country’s independence was declared in 1945. The city is currently the seat of the ASEAN Secretariat as well as important financial institutions such as the Bank of Indonesia, the Indonesia Stock Exchange, and the corporate headquarters of numerous Indonesian companies and multinational corporations. Jakarta’s business opportunities, as well as its potential to offer a higher standard of living, attract migrants from all over Indonesia, making the city a melting pot of many communities and cultures.

Jakarta is listed as an alpha-global city in the 2012 Globalization and World Cities Study Group and Network (GaWC) research. Based on survey by Brooking Institute, in 2011 economic growth in Jakarta ranked 17th among the world’s 200 largest cities, a jump from its 2007 ranking of 171. Jakarta has grown more rapidly than Kuala Lumpur, Beijing, and Bangkok.

Jakarta has been home to multiple settlements along with their respective names: Sunda Kelapa (397–1527), Jayakarta (1527–1619), Batavia (1619–1942), Djakarta (1942–1972), and Jakarta (1972–present)

Its current name derives from the word Jayakarta. The origins of this word can be traced to the Old Javanese and ultimately to the Sanskrit language. “Jayakarta” translates as “victorious deed”, “complete act”, or “complete victory”.

Jakarta is nicknamed the Big Durian, the thorny strongly-odored fruit native to the region,as the city is seen as the Indonesian equivalent of New York City (the Big Apple). In the colonial era, the city was also known as Koningin van het Oosten (Queen of the Orient), initially in the 17th century for the urban beauty of downtown Batavia’s canals, mansions and ordered city layout. After expanding to the south in the 19th century, this nickname came to be more associated with the suburbs (e.g. Menteng and the area around Merdeka Square), with their wide lanes, many green spaces and villas.


Jakarta, resmi khusus ibukota wilayah Jakarta, adalah ibu kota terpadat dari Republik Indonesia.
Terletak di pantai barat laut Pulau terpadat di dunia Jawa, Jakarta merupakan pusat ekonomi, budaya dan politik negara, dengan jumlah penduduk 10,075,310 pada tahun 2014. Resmi wilayah metropolitan, dikenal sebagai Jabodetabek (nama dibentuk dengan menggabungkan suku kata awal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), adalah yang terbesar kedua di dunia, namun pinggiran kota metropolis’ masih terus luar itu. Luas (metropolitan) yang tidak resmi mencakup Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Serang, Purwakarta, Sukabumi dan Subang Kabupaten (123 Kabupaten), juga termasuk Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Depok, Serang dan kota Cilegon, yang Total rumah bagi 30,214,303 penduduk per Sensus 2010.
Didirikan pada abad keempat, kota ini menjadi pelabuhan dagang yang penting untuk Kerajaan Sunda. Itu adalah ibukota de facto Hindia Belanda (dikenal sebagai Batavia pada waktu itu). Hari ini, kota terus sebagai ibukota Indonesia sejak kemerdekaan negara dinyatakan pada tahun 1945. Kota saat ini adalah kursi dari Sekretariat ASEAN serta lembaga keuangan penting seperti Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia dan markas besar korporasi sejumlah perusahaan Indonesia dan perusahaan multinasional. Peluang bisnis di Jakarta, serta potensi untuk menawarkan standar hidup yang tinggi, menarik pendatang dari seluruh Indonesia, membuat kota melting pot banyak komunitas dan budaya.
Jakarta terdaftar sebagai kota alpha-global di 2012 globalisasi dan kota dunia kelompok studi dan penelitian jaringan (GaWC). Berdasarkan survei oleh Institut Brooking, dalam pertumbuhan ekonomi 2011 di Jakarta ranking ke17 di antara 200 kota terbesar di dunia, melompat dari peringkat 2007 dari 171. Jakarta telah berkembang lebih cepat daripada Kuala Lumpur, Beijing dan Bangkok.
Jakarta telah menjadi rumah bagi beberapa pemukiman dengan nama masing-masing: Sunda Kelapa (397-1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia (1619-1942), Djakarta (1942-1972) dan Jakarta (1972 – sekarang)
Namanya berasal dari kata Jayakarta. Asalusul perkataan ini dapat ditelusuri ke Jawa kuno dan akhirnya ke bahasa Sanskerta. “Jayakarta” diterjemahkan sebagai “menang perbuatan”, “lengkap bertindak”, atau “kemenangan sempurna”.
Jakarta dijuluki Durian besar, berduri sangat odored buah asli daerah, seperti kota yang dilihat sebagai setara dengan Indonesia New York City (Big Apple). Di era kolonial, kota ini juga dikenal sebagai Koningin van het Oosten (Ratu Timur), awalnya di abad ke17 untuk keindahan kota kota Batavia kanal, mansions dan tata letak kota memerintahkan. Setelah berkembang ke arah selatan di abad ke19, julukan ini datang untuk menjadi lebih terkait dengan pinggiran (misalnya Menteng dan daerah di sekitar Lapangan Merdeka), dengan jalur lebar mereka, banyak ruang hijau dan vila.

Semoga bermanfaat ya sahabat KBI semua 🙂

Happy Studying!