Penjelasan, Rumus, Conditional Sentence Type 1,2,3 Dan Contoh Kalimatnya
Penjelasan, Rumus, Conditional Sentence Type 1,2,3 Dan Contoh Kalimatnya

Penjelasan, Rumus, Conditional Sentence Type 1,2,3 Dan Contoh Kalimatnya

Posted on

Penjelasan, Rumus, Conditional Sentence Type 1,2,3 Dan Contoh Kalimatnya

 

Penjelasan, Rumus, Conditional Sentence Type 1,2,3 Dan Contoh Kalimatnya

Referensi : Buku TOEFL Self Preparation Course

 

Pengertian CONDITIONAL SENTENCES

Conditional Sentence (Kalimat Pengandaian) adalah kalimat yang digunakan untuk meng-andaikan sesuatu yang pada kenyataannya belum terjadi atau tidak terjadi, serta digunakan untuk mengungkapkan pengandaian yang pengandainnya tidak terjadi seperti apa yang diharapkan.

Beberapa hal yang perlu diingat dalam kalimat pengandaian :

  1. Kalimat pengandaian terdiri dari dua bagian, yaitu induk kalimat (main clause) dan anak kalimat (sub clause dalam bentuk if clause).
  2. Struktur kalimat pengandain (conditional sentence) dapat diubah-ubah.
  3. Ketika induk kalimat berada di depan, maka tidak perlu menggunakan pemisah berupa tanda koma (,) antara induk dan anak kalimat.
  4. Ketika posisi anak kalimat berada di depan, maka tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan induk dan anak kalimat.

Jenis-jenis Kalimat Pengandaian :

a. Kalimat pengandaian type 1

Pola kalimat pengandaian tipe 1

 

If+ subject + VI (Simple Present Tense) + Subject + will + VI (Simple Present tense)
atau

If+ subject + (be) present + adjective/noun + Subject + will be + adjective/noun

Catatan:

  • Kalimat pengandaian tipe 1 digunakan untuk mengandaikan sesuatu yang belum terjadi pada waktu sekarang dan memiliki kemungkinan untuk terjadi dalam waktu dekat. Kalimat semacam ini menjelaskan untuk menyatakan suatu pola sebab dan akibat.

Contoh :

  • If I work hard, / will get a lot of money.
  • If I have a lot of money, I will buy an expensive car.

b. Kalimat pengandaian type 2

Pola kalimat pegandaian tipe 2

 

If + subject + V2/simple past tense + Subject + would + Vl/past future tense

atau

If + subject + were + adjective/noun+Subject + would be + adjective/noun

 

Catatan :

  • Kalimat pengandaian tipe 2 merupakan kalimat yang digunakan untuk mengung- kapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau yang bertentangan dengan kenya-taan pada waktu sekarang. Kalimat dengan tipe ini digunakan untuk menyatakan suatu khayalan.
  • Fakta yang dari kalimat pengandaian tipe 2 adalah pada saat kalimat tersebut diujarkan apa yang diandaikan tidak terjadi.
  • Were digunakan baik oleh subjek tunggal maupun jamak. Namun, ada kalanya bentuk was digunakan pada subjek (I, he, she, it) ketika digunakan pada percakapan tidak formal.

Misalnya : If I was you, I would accept that scholarship offer.

 

Contoh:

  • If l were you, I would accept that job offer. Fakta: I am not you.
  • If l got high acore in the final examination, my mother would give me a nice present. Fakta; I don’t get high score in the final examination.
  • My brother would buy me a new camera if he got a job in foreign company. Fakta; My brother doesn’t get a job in foreign company.

c. Kalimat pengandaian type 3

Pola kalimat pengandaian tipe 3

If+ subject + had + V3/past perfect Tense + subject + would have + V3/past perfect Tense

atau

if+ subject + had been + adjective/noun + subject + would have been + adjective/noun

Catatan :

  • Kalimat pengandaian tipe 3 adalah kalimat yang mengandaikan sesuatu yang sudah terjadi dan tidak terjadi di masa lalu. Tipe kalimat ini biasanya digunakan untuk menyatakan suatu penyesalan.
  • Fakta yang diungkapkan dalam kalimat pengandaian ini adalah bahwa apa yang diandaikan tidak pernah terjadi di masa yang lalu.

Contoh :

  • If I had read that hook, I would have understood the theory well. Fakta: / didn’t have that book. Therefore, I didn’t understand the theory well.

 

  • Kalimat pengandaian juga dapat menggunakan bentuk progressive atau continuous jika menerangkan proses yang sedang terjadi.

Contoh:

  • If I were studying in the United States, I would be living together with my brother. Fakta: I am not studying in the United States. I am not living with my brother.

 

  • Conditional sentence dapat mengungkapkan kejadian atau pengandaian yangterjadi pada waktu yang berbeda. Misalnya, klausa if (anak kalimat) mengungkapkan kejadian pada waktu lampau [past), sedangkan induk kalimat mengungkapkan kejadian yang sekarang [present).

Contoh:

  • If I had prepared some snacks several hours ago, I would not be hungry right now. Fakta: I did not prepare some snacks several hours ago, so I am hungry.

Naah, bagaimana sahabat KBI Sudah Mengerti Kan Sekarang Apa Itu Conditional Sentence ? Terima kasih 🙂

 

Lihat Juga Materi KBI Lainnya :