Report Text : Gempa Dan Tsunami Aceh Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Report Text : Gempa Dan Tsunami Aceh Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Report Text : Gempa Dan Tsunami Aceh Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

Posted on

Report Text : Gempa Dan Tsunami Aceh Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Report Text : Gempa Dan Tsunami Aceh Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Report Text : Gempa Dan Tsunami Aceh Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Tema belajar kita kali ini, aka berhubungan dengan report text dalam bahasa inggris, apakah sahabat KBI pernah mendengar mengenai report text dalam bahasa inggris? pada materi sebelumnya, kita pernah membahas mengenai report text tersebut.

Namun, kali ini kita akan membahas nya dengan tema yang berbeda yaitu gempa atau tsunami aceh, langsung disimak berikut ini yuk beserta dengan arti lengkap.


A very heartbreaking events going on in Earth Mecca’s porch. The earthquake and Tsunami in Aceh on Sunday morning, December 26, 2004. Approximately 500,000 lives drifting in an instant in the entire world that the rim bordering the Indian Ocean. In the region of Aceh was the biggest casualty in the world and the building of thousands of smashed corpses, thousands also lost and not found and also thousands of corpses in masse.

The earthquake occurred exactly on time at 7:58:53 GMT. The epicenter was located at longitude 3,316 ° N 95,854 ° E approximately 160 km west of Aceh as deep as 10 kilometers. The earthquake had a magnitude of 9.3 according to the Richter scale and with this earthquake is most intense in the past 40 years that hit Aceh, West coast of Peninsular Malaysia, Thailand, the East coast of India, Sri Lanka, even to the East coast of Africa.

 

The panic occurred in the duration of the longest in the history of recorded seismicity of the Earth, which is about 500-600 seconds (10 minutes). Some experts said the outcome of the earthquake strength of this earthquake, is able to make the entire globe to vibrate with the amplitude of vibration above 1 cm. Of the earthquake centered in the middle of the ocean, Indonesia, also sparked some earthquakes in various places in the world.The earthquake caused a tsunami that resulted in approximately 230,000 people died in 8 countries.

 

Tsunami waves as high as 9 meters. This disaster is the death of history. Indonesia, Sri Lanka, India, and Thailand is a country with the largest number of deaths.The strength of the quake was initially reported to reach a magnitude 9.0. In February 2005 reported magnitude earthquake magnitude 9.3. Although the Pacific Tsunami Warning Center has approved that number. However, the United States Geological Survey set the magnitude 9.2. or when using the unit of seismic moment (Mw) of 9.5.Rupture velocity is estimated at 2.5 km/s in the direction between North-Northwest with a length of between 1200 to 1300 km. According to the emergency relief coordinator of the United Nations (UN), Jan Egeland, the death toll due to Hurricane tsunami in 13 countries (until Sunday 2/1/2005) reached 127,672 people.But the number of fatalities in Southeast Asia, South Asia, and East Africa which in fact can never be known, it is estimated at least 150,000 people. The UN estimates the majority of additional fatalities were in Indonesia.

 

Because, most of the humanitarian aid is hampered because there are still many areas that are isolated.Meanwhile the death toll in the province of Nanggroe Aceh Darussalam and North Sumatra, according to the Social Department, RI (11/1/2005) was 105,262 people. Meanwhile, according to news agency Reuters, the number of victims of the Tsunami is estimated to be as much of a victim’s soul with 168,183 most inflicted on Indonesia, 115,229 (per week 4/1/2005). While the total injured as many as 124,057 people, an estimated 100,000 of whom experienced the Acehnese.According to the U.S. Geological Survey the death toll reached 283,100, 14,000 people missing and 1,126,900 homeless. According to the UN, the 229,826 people missing and 186,983 were killed. Tsunami of the Indian Ocean earthquake and Tsunami worst becomes the last 10 years.
In Indonesia, earthquakes and tsunamis swallowing more than 126,000 fatalities. Dozens of buildings were destroyed by a major earthquake, mainly in Meulaboh and Banda Aceh on the tip of Sumatra island. In Banda Aceh, about 50% of all buildings were damaged hit by tsunami. However, most of the casualties were caused by the tsunami that struck the West coast of Aceh.
Aceh paralysed Government total, when the earthquake and Tsunami in Aceh, incidentally in Jakarta itself was in the conduct of the event Halal Bi Halal Acehnese welcome post lebaran, Idul Fitri. The earthquake occurred at 04:00 pm EST to 9 on the Richter scale on December 26, 2004, earthquake in the Indian Ocean, off the western coast of Aceh. At precisely 12:00 pm GMT one by one the people of Aceh who were present at the Istora Jakarta panicked because the relationship of cell phones to Aceh broke up, their eyes on a teary.

Vice President Jusuf Kalla who was present said, “Aceh in a major disaster, I just may happen to news of an earthquake in Aceh, many damaged buildings may not be more severe than papua earthquake of 6.4 SR.”
We know some of the moments leading up to the earthquake in Aceh have occurred the earthquake on 26 December 2004, an earthquake of 6.4 SR rocked Nabire, Papua Province recorded 30 people killed.

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir mengatakan,” Aceh dalam musibah besar, saya baru dapat kabar terjadi gempa bumi di Aceh, banyak bangunan rusak semoga tidak lebih parah dari gempa papua sebesar 6,4 SR.”
Kita ketahui beberapa saat menjelang gempa bumi di Aceh telah terjadi gempa bumi pada 26 November 2004, Gempa sebesar 6,4 SR mengguncang Nabire, Papua tercatat 30 orang tewas


Semoga bermanfaat ya sahabat KBI semua 🙂