Pengertian, Tujuan, Contoh dan Struktur Explanation Text dalam Bahasa Inggris

Sahabat KBI pasti sering mendengar atau bahkan mungkin pernah mempelajari mengenai jenis text dalam bahasa inggris bukan? masih ingat apa saja text dalam bahasa inggris? Benar sekali! beberapa macam text dalam bahasa inggris yaitu descriptive text, analytical exposition, hortatory exposition, procedure text dan lain sebagainya. Pada kesempatan kali ini, admin ingin membagi materi baru kepada sahabat KBI mengenai explanation text. Ada yang pernah mendengar apa itu explanation text? Yuk langsung simak penjelasan berikut ini.



Apakah sahabat KBI pernah belajar mengenai explanation text sebelum ini? Explanation text merupakan jenis text yang juga paling banyak di gunakan dalam bahasa inggris, karena text ini menjelaskan proses terjadinya suatu kejadian atau hal secara detail dan rinci. Berikut ini penjelasan mengenai explanation text beserta tujuan, struktur juga contohnya.

Pengertian Explanation Text

Explanation text is a non-fiction text which describes a process For example, the water cycle and so’on. Dengan kata lain, Explanation Text adalah sebuah text yang berfungsi untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau suatu hal secara detail, contoh peristiwa terjadinya hujan dari uap air atau tsunami dan kejadian lainya yang memiliki unsur kejadian alam, budaya, sosial dan lain-lain.

Tujuan Kebahasaan Explanation Text

What is the Purpose of Explanation Text?

Tujuan atau purpose dari explanation text yaitu sama dengan nama nya explain yang berarti ‘menjelaskan’ secara detail terjadinya suatu peristiwa kepada pembaca nya agar pembaca dapat memahami dan memperoleh informasi dengan baik.

Struktur Kebahasaan Explanation Text

How is the Structure of Explanation Text?

Terdapat tiga bagian dalam struktur kebahasaan Explanation Text, yaitu:


  1. A general statement (Belqis Huril)

Dalam general statement berisi tentang penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas, bisa berupa pengenalan fenomena tersebut atau penjelasannya.


  1. A squenced of explanation (Soimah)

A squenced of explanation berisi tentang penjelasan proses mengapa fenomena tersebut bisa terjadi atau tercipta. A squenced of explanation berupa jawaban dari pertanyaan ‘why’ dan ‘how’ penulis ketika membuat sebuah Explanation text. Dalam squenced of explanation bisa terdiri lebih dari satu paragrap.


  1. Closing (Latifatul)

Sebenarnya closing itu tidak tercantum dalam generic structure dari Explanation text, tetapi kebanyakan orang beranggapan bahwa paragrap terakhir dari sebuah Explanation text adalah closing, padahal itu merupakan bagian dari squenced of explantaion yang berisi tentang langkah akhir yang dijelaskan pada bagian squenced of explanation.

  Ciri Ciri Explanation Text

  • Menggunakan simpel present tens
  • Mengguankan abstract noun (kata benda yang nampak)
  • Mengguanakan Passive voice
  • Menggunakan Action verbs
  • The Communicative Purpose of the Text (Tujuan Komunikatif Text)

To explain the processes involved in the formation or working of natural

or sociocultural phenomena.

(Untuk menjelaskan proses-proses yang terjadi dalam pembentukan atau kegiatan yang terkait dengan fenomena alam, dunia ilmiah, sosial budaya,

atau lainnya). (Reka)

  • The Generic Structure (Struktur atau kerangka teks)
    • General Statement (Pernyataan umun), pernyataan untuk memposisikan pembaca. (Belqis Huril Z)
    • A sequenced explanation of why or how something occurs, rentetan penjelasan mengapa atau bagaimana sesuatu terjadi. (Soimah)
    • Closing (Penutup), Jika ada. (Latifa)


  • Significant Lexicogrammatical Features (Ciri Kebahasaan)


  • Focus on generic human and generic non-human Participants. (Monica)
  • Use of Passive Voice. (Nasiruddin)
  • Time Conjunctions. (Sofi)
  • Menggunakan Action verbs (Tri)



Contoh Explanation Text Beserta Bagian Bagian Strukturnya


Untuk menambah pemahaman anda mengenai penjelasan Explanation Text di atas, penulis sertakan juga contoh explanation text dengan terjemahannya berikut ini:


Making Paper from Woodchips


General statement

Woodchipping is a process used to obtain pulp and paper products from forest trees. The woodchipping process begins when the trees are cut down in a selected area of the forest called a coupe.


(Woodchipping adalah proses yang digunakan untuk memperoleh produk bubur kertas dan kertas dari pohon-pohon hutan. Proses woodchipping dimulai ketika pohon ditebang di area yang dipilih dari hutan yang disebut coupe.)

Squence of explanation

Next the tops and branches of the trees are cut out and then the logs are taken to the mill. At the mill the bark of the logs is removed and the logs are taken to a chipper which cuts them into small pieces called woodchips. The woodchips are then screened to remove dirt and other impurities. At this stage they are either exported in this form or changed into pulp by chemicals and heat. The pulp is then bleached and the water content is removed.


(Selanjutnya bagian atas dan cabang-cabang dari pohon tersebut dipotong dan kemudian batang-batang kayunya dibawa ke pabrik pengilingan. Di pabrik pengilingan kulit kayu akan dihilangkan dan batang-batang kayu tersebut dibawa ke mesin pemotong kayu (chipper) yang memotong batang-batang kayu tersebut menjadi potongan-potongan kecil yang disebut serpihan kayu (woodchips). Serpihan kayu tersebut kemudian disaring untuk menghilangkan kotoran dan benda-benda lainnya. Pada tahap ini mereka bisa diekspor dalam bentuk tersebut atau dirubah menjadi bubur kertas dengan bahan kimia dan panas. Bubur tersebut kemudian diputihkan dan kadar airnya akan dihilangkan.)



Finally the pulp is rolled out to make paper.

(Akhirnya bubur kertas tersebut digulung untuk dibuat kertas kertas.)

Contoh Explanation Text (I)

explanation text examples


How is Food Digested?

The food we aet is broken down and used by our bodies. This breaking down of food is called digestion.

You may have heared your stomach gurgling after you have eaten . the stomach, teeth, tongue and intestines all help to digests food.

when you chew your food, digestion begins. the food is pushed by the tongue to the trapoloor at the back of the throath called the oesophagus. it then moves to the stomach. where digestive juice make it smaller. in the small intestine. the goodness is ‘soaked up’. Finally water is taken out in the large intestine.

The goodness that is left can now be carried arround the body by the blood to be used for energy, repair and growth.


Bagaimana  makanan dicerna?
Makanan yang kita makan dipecah dan digunakan oleh tubuh kita. penghancuran  makanan ini disebut pencernaan.
Anda mungkin pernah mendengar perut anda yang menggelegak setelah Anda  makan. perut, gigi, lidah dan usus semua membantu untuk mencerna makanan.
saat Anda mengunyah makanan Anda, pencernaan dimulai. makanan  didorong oleh lidah ke trapoloor bagian belakang tenggorokan yang disebut oesophagus. Hal ini kemudian bergerak ke perut. dimana jus pencernaan membuatnya lebih kecil. dalam usus kecil. sari makanan yang baik diserap. Akhirnya air diambil dalam usus besar.
sari makaan yang tersisa sekarang dapat salurkan diseluruh tubuh dengan darah yang digunakan sebagai energi, perbaikan dan pertumbuhan.

Contoh Explanation Text (II)


Understanding the Process of Tsunami
In Indonesia in particular, we are very close to the word “Tsunami”. Indeed, natural disasters, this one never put deep scars for our nation. A few years ago, thousands of lives floated swept the Tsunami in Banda Aceh. Indonesia mourns, the world mourns. Tsunami indeed does not belong to Indonesia alone. All the countries bordering the sea and have a high potential for earthquake-prone hit by tsunami. One of them is the digdaya country with technology, Japan. Unfortunately, despite the tsunami is already so familiar, but not a few of us who do not know the true understanding of the tsunami. Such is the case with the tsunami occurrence process itself. This article tries to answer the second question.
What Is A Tsunami?
The word “Tsunami” itself is derived from the Japan which means a huge wave (Tsu: ports and Nami: wave). An agreed definition of Adapan many people are of the tsunami is a natural disaster caused by the rising tide of the sea to the Mainland with a high speed due to the earthquake which was centered under the ocean. The quake could have been caused by a landslide, ground plates shifted, a volcano erupts and the meteor that crashed in the ocean. This usually happens when the tsunami magnitude earthquake exceeded the 7 on the richter scale. The tsunami is quite dangerous, especially for those who live in the coastal environment. With great power, he will sweep away what was spent.
The Process Of Occurrence Of Tsunamis
If talking about the process of the occurrence of a tsunami, then we certainly should start from the cause, i.e. the area of the earthquake in the sea. Tsunami always starts a movement of terrific that customarily we call the earthquake. Although it is known that there are many kinds of quakes, but 90% of the tsunami caused by the movement of the plates in the belly of the Earth happens to be located there in the ocean. However, it should be also mentioned, history never recorded the terrible tsunami due to the eruption of Krakatoa.
The earthquake that occurred in the belly of the Earth would have resulted in the emergence of pressure towards the vertical so that the ocean floor will rise and fall in a short span of time. This will then trigger an imbalance on the ocean water is then pushed into a large wave that moves mainland region.
With great power on the water wave, the fair only if the buildings on the Mainland could be swept away easily. This tsunami waves propagate at speeds unimaginable. He could reach 500 to 1000 kilometres per hour on the sea. And by the time it reaches shore, its speed is reduced to 50 to 30 kilometers per hour. Despite the diminished rapidly, but the pace could have caused severe damage to humans.
If we observe the process of occurrence of tsunamis, of course we understand that there is no human intervention in it. As such, we do not have control in order to prevent these causes. However, with maximum vigilance and preparation, we can minimize the impact of the tsunami itself. Good examples already shown Japan. Though prone to tsunamis, but awareness of its people is able to suppress the number of casualties due to the disaster.


 Pengertian & Proses Terjadinya Tsunami

Di Indonesia khususnya, kita teramat dekat dengan kata “Tsunami”. Memang, bencana alam yang satu ini pernah menggoreskan luka yang dalam bagi bangsa kita. Beberapa tahun yang lalu, ribuan nyawa melayang tersapu Tsunami di Banda Aceh. Indonesia berduka, dunia berduka. Tsunami sesungguhnya bukan milik Indonesia saja. Semua Negara yang berbatasan dengan laut dan memiliki potensi gempa yang tinggi rawan terkena tsunami. Salah satunya adalah negeri yang digdaya dengan teknologi, Jepang. Sayangnya, meski tsunami sudah demikian akrab, tapi tak sedikit di antara kita yang tak tahu pengertian tsunami yang sesunggunya. Demikian halnya dengan proses terjadinya tsunami itu sendiri. Artikel ini mencoba menjawab kedua persoalan tersebut.

Apa Itu Tsunami?

Kata “Tsunami” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti Ombak Besar (Tsu : pelabuhan dan Nami : gelombang). Adapan definisi yang disepakati banyak orang adalah tsunami merupakan bencana alam yang disebabkan oleh naiknya gelombang laut ke daratan dengan kecepatan yang tinggi akibat adanya gempa yang berpusat di bawah lautan. Gempa tersebut bisa saja diakibatkan oleh tanah yang longsor, lempeng yang bergeser, gunung berapi yang mengalami erupsi serta meteor yang jatuh di lautan. Tsunami ini biasanya terjadi apabila besarnya gempa melebihi 7 skala richter. Tsunami ini cukup berbahaya, utamanya bagi mereka yang bermukim di sekitaran pantai. Dengan kekuatan besar, ia akan menyapu apa saja yang dilewatinya.

Proses Terjadinya Tsunami

Jika berbicara mengenai proses terjadinya tsunami, maka kita tentu harus memulai dari penyebabnya, yakni gempa di wilayah lautan. Tsunami selalu diawali suatu pergerakan dahsyat yang lazim kita sebut gempa. Meski diketahui bahwa gempa ini ada beragam jenis, namun 90% tsunami disebabkan oleh pergerakan lempeng di dalam perut bumi yang letaknya kebetulan ada di dalam wilayah lautan. Akan tetapi perlu juga disebutkan, sejarah pernah merekam tsunami yang dahsyat akibat meletusnya Gunung Krakatau.

Gempa yang terjadi di dalam perut bumi akan mengakibatkan munculnya tekanan ke arah vertical sehingga dasar lautan akan naik dan turun dalam rentang waktu yang singkat. Hal ini kemudian akan memicu ketidakseimbangan pada air lautan yang kemudian terdorong menjadi gelombang besar yang bergerak mencapai wilayah daratan.

Dengan tenaga yang besar yang ada pada gelombang air tersebut, wajar saja jika bangunan di daratan bisa tersapu dengan mudahnya. Gelombang tsunami ini merambat dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Ia bisa mencapai 500 sampai 1000 kilometer per jam di lautan. Dan saat mencapai bibir pantai, kecepatannya berkurang menjadi 50 sampai 30 kilometer per jam. Meski berkurang pesat, namun kecepatan tersebut sudah bisa menyebabkan kerusakan yang parah bagi manusia.

Jika kita mencermati proses terjadinya tsunami, tentu kita paham bahwa tak ada campur tangan manusia di dalamnya. Dengan demikian, kita tak memiliki kendali untuk mencegah penyebab tersebut. Namun, dengan persiapan dan kewaspadaan yang maksimal, kita bisa meminimalisir dampak bencana tsunami ini sendiri. Contoh yang baik sudah diperlihatkan Jepang. Meski rawan tsunami, namun kesadaran rakyatnya mampu menekan jumlah korban akibat bencana tersebut.

Cukup mudah dipahami bukan sahabat KBI materi mengenai explanation text tersebut? terus semangat belajar bahasa inggris ya dan perbanyak berlatih. Good luck!